BUMIPUBLIKASINUSANTARABUMIPUBLIKASINUSANTARA

ASEAN Journal of Physical Education and Sport ScienceASEAN Journal of Physical Education and Sport Science

Playground merupakan lingkungan penting untuk mengembangkan keterampilan fisik, sosial, dan kognitif anak. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh playground sekolah dasar terhadap akuisisi keterampilan fisik siswa di Ilorin West, Kwara State, Nigeria, dengan menggunakan desain survei deskriptif melibatkan 376 siswa yang dipilih secara acak dari 20 sekolah dasar publik dan swasta. Data dikumpulkan melalui checklist tervalidasi dan skala penilaian, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji t. Hasil menunjukkan sebagian besar sekolah memiliki ruang playground yang memadai dan kondisi keamanan yang baik, namun akuisisi keterampilan fisik siswa secara keseluruhan tetap rendah. Kualitas playground dan aktivitasnya secara signifikan memengaruhi keterampilan fisik siswa, sedangkan tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin atau tipe sekolah. Penelitian menyimpulkan bahwa playground yang memadai dan dilengkapi dengan baik dapat meningkatkan kemampuan fisik holistik siswa dengan peningkatan penyediaan, supervisi, dan kegiatan playground terstruktur.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kebanyakan sekolah memiliki ruang bermain yang memadai dan kondisi keamanan dasar, keberagaman serta kualitas peralatan bermain masih terbatas, sehingga tingkat perolehan kemampuan fisik siswa secara keseluruhan rendah, terutama pada koordinasi, keseimbangan, dan kontrol motorik halus.Analisis regresi mengindikasikan bahwa kualitas taman bermain dan frekuensi kegiatan bermain secara signifikan memengaruhi akuisisi kemampuan fisik siswa, walaupun kontribusinya modest.Tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin atau status sekolah, menandakan bahwa akses yang setara ke fasilitas bermain dapat menghasilkan perkembangan fisik yang serupa di antara siswa.

Salah satu arah penelitian selanjutnya adalah menguji bagaimana penambahan peralatan bermain yang beragam, seperti seluncuran, rangka panjat, dan permukaan lantai empuk, memengaruhi perkembangan keterampilan motorik halus, keseimbangan, dan koordinasi pada siswa sekolah dasar dibandingkan dengan sekolah yang masih menggunakan peralatan terbatas. Penelitian lain dapat meneliti efektivitas program bermain terstruktur yang dipimpin guru dan diintegrasikan ke dalam kurikulum, dengan membandingkan peningkatan akuisisi keterampilan fisik siswa antara kelas yang menjalankan sesi bermain terarah secara rutin dan kelas yang hanya melakukan bermain bebas. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengevaluasi model kemitraan antara sekolah dan masyarakat dalam pemeliharaan taman bermain, serta mengukur dampaknya terhadap tingkat partisipasi aktivitas fisik siswa selama beberapa tahun. Penelitian tersebut juga dapat menyelidiki peran pelatihan guru dalam pedagogi bermain, untuk mengetahui apakah peningkatan kompetensi guru meningkatkan kualitas pengawasan dan kualitas aktivitas bermain di lapangan. Selain itu, analisis biaya‑manfaat dari investasi fasilitas bermain yang inklusif dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan tentang alokasi sumber daya yang optimal. Semua penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk memperbaiki desain, pengelolaan, dan integrasi taman bermain dalam pendidikan dasar di Nigeria.

Read online
File size521.93 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test