PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE

Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine Archive

Latar belakang dan tujuan: Layanan akupresur tersedia di beberapa pusat kesehatan masyarakat (PKM) di Bali, namun pemanfaatannya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien dan penyedia layanan mengenai penggunaan layanan akupresur di PKM Tabanan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif berdasarkan observasi dan wawancara mendalam dengan 13 informan yang terdiri dari pasien, praktisi layanan kesehatan, kepala PKM, serta manajer program di Dinas Kesehatan Tabanan. Informan dipilih secara purposif dan data dianalisis secara tematik. Hasil: Terdapat perbedaan persepsi mengenai manfaat layanan akupresur antara pasien yang menggunakan layanan dan yang tidak. Pasien yang telah menjalani akupresur menunjukkan persepsi positif terhadap layanan tersebut. Akupresur dianggap efektif mengatasi keluhan pasien, tidak menimbulkan efek samping, dan pasien merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh PKM. Pasien yang tidak menggunakan layanan akupresur menganggap akupresur sebagai terapi yang tidak efektif dengan potensi efek samping yang dapat membahayakan kesehatan. Mereka mengalami trauma dari teknik pemijatan serupa. Penyedia layanan mengeluhkan ketiadaan dukungan pemerintah dalam bentuk peraturan daerah yang memungkinkan akses terhadap dana operasional, peningkatan sumber daya manusia, dan promosi layanan. Kesimpulan: Persepsi pasien terhadap layanan akupresur masih bervariasi, dengan beberapa kendala dalam pelaksanaannya yang meliputi regulasi daerah, dana operasional, dan sumber daya manusia. Layanan akupresur masih memerlukan sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung pelaksanaannya.

Persepsi pasien terhadap layanan akupresur di Puskesmas masih bervariasi, dengan sebagian pasien memiliki pandangan positif karena merasa terbantu, sementara lainnya enggan menggunakan layanan karena menganggapnya tidak efektif dan berpotensi membahayakan.Kendala utama dalam pelaksanaan layanan meliputi tidak adanya peraturan daerah yang mengatur akupresur, keterbatasan dana operasional, serta minimnya sumber daya manusia terlatih.Oleh karena itu, diperlukan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung integrasi dan pengembangan layanan akupresur secara berkelanjutan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi dampak promosi layanan akupresur yang menggunakan testimoni pasien sembuh terhadap perubahan persepsi masyarakat, khususnya bagi mereka yang pernah mengalami trauma dengan teknik pemijatan. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi tentang model penambahan tenaga terlatih akupresur di Puskesmas, termasuk pelatihan kader kesehatan lokal atau tenaga non-medis, agar layanan dapat tersedia lebih fleksibel tanpa membebani petugas yang ada. Ketiga, perlu diteliti bagaimana proses penyusunan peraturan daerah yang mendukung layanan akupresur, termasuk struktur pendanaan operasional dan insentif bagi penyedia layanan, agar dapat direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi serupa. Penelitian-penelitian ini dapat membantu meningkatkan pemanfaatan layanan, memperbaiki kualitas akses, dan mendorong kebijakan lokal yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat akan pengobatan tradisional yang aman dan terintegrasi.

  1. Perceptions of patients and providers on the use of acupressure services at Public Health Centres, Tabanan... phpmarchive.org/index.php/phpma/article/view/80Perceptions of patients and providers on the use of acupressure services at Public Health Centres Tabanan phpmarchive index php phpma article view 80
  1. #dinas kesehatan#dinas kesehatan
  2. #obat tradisional#obat tradisional
Read online
File size575.13 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-1Xg
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test