UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA

Jurnal HonaiJurnal Honai

Keterwakilan perempuan dalam politik sudah dijamin dalam Undang-Undang. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyebutkan bahwa bakal calon anggota DPRD kabupaten/kota yang ditetapkan oleh pengurus partai politik peserta pemilihan umum tingkat kabupaten/kota memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30%. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus permasalahan adalah bagaimana strategi calon anggota legislatif perempuan dalam memenangkan pemilihan anggota DPRD di Kabupaten Bantul dan apa saja hambatan yang dihadapi calon legislatif perempuan dalam pemilihan anggota DPRD di Kabupaten Bantul maupun upaya dalam mengatasi hambatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan metadata. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemenangan caleg perempuan terpilih dari partai demokrat di dapil 1 dalam pemilihan anggota DPRD di Kabupaten Bantul menggunakan strategi politik menurut Peter Schorder. Strategi offensif yang pertama, Membentuk Tim Pemenangan dan Menarik Kader yang dikenal Masyarakat. Kedua, Sosialisasi dengan cara pendekatan terhadap masyarakat. Ketiga, mengusung program yang realistis. Strategi defensif yang pertama, meyakinkan masyarakat dengan pendekatan yang intens. Kedua, memanfaatkan komunitas Sahabat Yuliana. Faktor-faktor yang menghambat pemenangan calon anggota legislatif perempuan dalam pemilihan anggota DPRD Kabupaten Bantul adalah faktor terbatasnya sumber daya, jaringan dan fasilitas yang ada serta adanya fitnah. Upaya dalam mengatasi hambatan yang dilakukan kandidat perempuan pertama, menekankan kepada tim pemenangan untuk komitmen dan kompak. Kedua, melakukan hal yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Penelitian menemukan bahwa strategi pemenangan calon legislatif perempuan mencakup strategi ofensif untuk meningkatkan jumlah suara melalui pembentukan tim kader, sosialisasi, dan program realistis, serta strategi defensif untuk mempertahankan pemilih dengan pendekatan intensif dan pemanfaatan komunitas Sahabat Yuliana.Kedua strategi tersebut diterapkan secara bersamaan oleh Yuliana Tumonglo dalam pemilu 2024 di Kabupaten Bantul.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas strategi ofensif dan defensif yang diterapkan oleh calon legislatif perempuan di berbagai daerah dan partai politik untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan kampanye. Selain itu, penting untuk meneliti peran media digital dan jaringan sosial dalam memperluas jangkauan serta meningkatkan partisipasi pemilih perempuan, terutama dalam konteks perbedaan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selanjutnya, studi komparatif mengenai alokasi sumber daya, jaringan dukungan, dan mekanisme mitigasi hambatan dapat memberikan wawasan tentang cara mengoptimalkan strategi kampanye wanita, sehingga meningkatkan representasi gender yang lebih adil dalam legislatif daerah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi partai politik, lembaga pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil dalam mendukung calon perempuan secara lebih efektif.

  1. WINNING STRATEGIES FOR FEMALE LEGISLATIVE CANDIDATES IN THE 2024 ELECTIONS IN ELECTORAL DISTRICT 1 OF... doi.org/10.61578/honai.vol4.no2.art5WINNING STRATEGIES FOR FEMALE LEGISLATIVE CANDIDATES IN THE 2024 ELECTIONS IN ELECTORAL DISTRICT 1 OF doi 10 61578 honai vol4 no2 art5
  1. #sumber data#sumber data
  2. #organisasi masyarakat sipil#organisasi masyarakat sipil
Read online
File size359.38 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1Xc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test