PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE
Public Health and Preventive Medicine ArchivePublic Health and Preventive Medicine ArchiveLatar belakang dan tujuan: Kehamilan remaja merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka mortalitas ibu dan bayi di Indonesia. Kehamilan tidak diinginkan di kalangan remaja terus meningkat, sehingga pemahaman terhadap penyebabnya sangat penting. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyebab kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Metode: Studi kualitatif dilakukan di Provinsi Bali. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 remaja berusia 12-21 tahun yang mengalami kehamilan tidak diinginkan. Data dikumpulkan antara September dan Oktober 2016. Data dianalisis secara tematik dan disajikan dengan pendekatan naratif. Hasil: Studi kami mengungkapkan bahwa determinan yang terkait dengan kehamilan tidak diinginkan pada remaja meliputi kurangnya pendidikan sistematis tentang kesehatan seksual dan reproduksi baik di rumah maupun di sekolah, serta rendahnya efikasi diri perempuan remaja untuk menolak hubungan seks pra-nikah dengan pasangannya. Studi kami menemukan bahwa hubungan seks pra-nikah dilakukan sebagai ekspresi cinta, karena dipaksa oleh pasangan, dan akibat lingkungan rumah yang penuh tekanan. Kesimpulan: Penyebab utama kehamilan tidak diinginkan pada remaja adalah kurangnya pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi serta rendahnya efikasi diri perempuan remaja untuk menolak hubungan seks pra-nikah yang diminta oleh pasangan. Mengingat kompleksitas kehamilan remaja, diperlukan kebijakan menyeluruh untuk memfasilitasi program pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif sejak dini di rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan ramah remaja.
Penyebab utama kehamilan tidak diinginkan pada remaja adalah kurangnya pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif di rumah dan sekolah, serta rendahnya efikasi diri perempuan remaja untuk menolak hubungan seks pra-nikah yang diminta oleh pasangan.Faktor psikologis seperti tekanan emosional, lingkungan rumah yang stres, dan norma sosial yang mendukung ketergantungan perempuan terhadap laki-laki juga memperkuat kerentanan mereka.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu yang melibatkan keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan ramah remaja untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi mereka.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana program pendidikan kesehatan reproduksi yang dirancang khusus untuk remaja di sekolah menengah dapat meningkatkan efikasi diri mereka dalam menolak hubungan seks tidak aman, terutama dalam konteks hubungan yang dipengaruhi oleh tekanan emosional atau paksaan pasangan. Selain itu, studi baru bisa mengkaji peran aktif orang tua dalam berdialog terbuka tentang seks dan reproduksi—bukan hanya sebagai pemberi peringatan, tetapi sebagai pendamping yang membangun kepercayaan—untuk melihat apakah intervensi berbasis keluarga dapat mengurangi kehamilan tidak diinginkan lebih efektif daripada pendekatan yang hanya fokus pada sekolah. Terakhir, perlu diteliti bagaimana lingkungan rumah yang stres, seperti konflik orang tua atau ketiadaan figur otoritas, memengaruhi keputusan remaja untuk mencari validasi emosional melalui hubungan seksual, sehingga dapat dirancang program pendampingan psikososial yang terintegrasi dengan layanan kesehatan reproduksi di tingkat komunitas. Ketiga arah penelitian ini saling melengkapi: satu fokus pada pembekalan keterampilan remaja, satu pada penguatan peran keluarga, dan satu lagi pada pemahaman konteks sosial-emosional yang mendorong perilaku berisiko, sehingga membentuk intervensi yang holistik dan berbasis bukti untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan pada remaja.
| File size | 617.51 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 (2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari α (0,05). Perbandingan kesiapan awal (pre test) remaja putri dengan hasil kesiapan (post test) setelah(2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari α (0,05). Perbandingan kesiapan awal (pre test) remaja putri dengan hasil kesiapan (post test) setelah
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang seks bebas sebagian besar berada pada kategori baik. Peran guru sebagai pengajar dan pembimbingPenelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang seks bebas sebagian besar berada pada kategori baik. Peran guru sebagai pengajar dan pembimbing
SPPSPP Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dan direplikasi pada kegiatan serupa di antara kelompok organisasi mahasiswa. Kegiatan pengabdianKegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dan direplikasi pada kegiatan serupa di antara kelompok organisasi mahasiswa. Kegiatan pengabdian
ITSCIENCEITSCIENCE Obat herbal tradisional Indonesia yang telah dipraktekkan selama berabad-abad di masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit. MeskipunObat herbal tradisional Indonesia yang telah dipraktekkan selama berabad-abad di masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit. Meskipun
ITSCIENCEITSCIENCE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Diabetes Mellitus dan pemeriksaan biomedis kadar gula darah berlangsung lancar dengan antusiasme peserta.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Diabetes Mellitus dan pemeriksaan biomedis kadar gula darah berlangsung lancar dengan antusiasme peserta.
ITSCIENCEITSCIENCE Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang kanker dapat disimpulkan. Kegiatan berlangsung secara lancar dengan sambutan antusiasmeBerdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang kanker dapat disimpulkan. Kegiatan berlangsung secara lancar dengan sambutan antusiasme
ITSCIENCEITSCIENCE Metode kegiatan pengabdian dengan melakukan Edukasi kepada peserta PkM tentang STR dan proses pengajuanya, kemudian setelah memahaminya dilanjutkan denganMetode kegiatan pengabdian dengan melakukan Edukasi kepada peserta PkM tentang STR dan proses pengajuanya, kemudian setelah memahaminya dilanjutkan dengan
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor MDDW WUS tertinggi berada pada skor 6 dengan persentase 31,4%. Keseluruhan responden (100%) mengonsumsi kelompokHasil penelitian menunjukkan bahwa skor MDDW WUS tertinggi berada pada skor 6 dengan persentase 31,4%. Keseluruhan responden (100%) mengonsumsi kelompok
Useful /
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Adapun pelanggaran pemilu ini seperti money politik yang telah terjadi dari tingkat paling bawah yaitu pemilihan kepala desa sampai pemilihan presiden.Adapun pelanggaran pemilu ini seperti money politik yang telah terjadi dari tingkat paling bawah yaitu pemilihan kepala desa sampai pemilihan presiden.
AIRAAIRA Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan juga masukan kepada masyarakat Pematang Johar dalam mengelola kawasanPelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan juga masukan kepada masyarakat Pematang Johar dalam mengelola kawasan
AIRAAIRA Menir memiliki kandungan gizi yang sama dengan beras utuh namun nilai ekonomisnya cukup rendah. Inovasi pembuatan susu beras fortifikasi merupakan alternatifMenir memiliki kandungan gizi yang sama dengan beras utuh namun nilai ekonomisnya cukup rendah. Inovasi pembuatan susu beras fortifikasi merupakan alternatif
PHPMARCHIVEPHPMARCHIVE Kendala utama dalam pelaksanaan layanan meliputi tidak adanya peraturan daerah yang mengatur akupresur, keterbatasan dana operasional, serta minimnya sumberKendala utama dalam pelaksanaan layanan meliputi tidak adanya peraturan daerah yang mengatur akupresur, keterbatasan dana operasional, serta minimnya sumber