STIE PENASTIE PENA

Fokus Ekonomi : Jurnal Ilmiah EkonomiFokus Ekonomi : Jurnal Ilmiah Ekonomi

Untuk memeriksa hubungan sebab akibat antara Skills Based Hiring (SBH), Organizational Agility (OA), dan Workforce Diversity (WD). Populasi penelitian ini mencakup seluruh 168 karyawan manajerial dan non-manajerial, menggunakan teknik sampling sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner, lalu dianalisis menggunakan metode kuantitatif melalui Partial Least Square (PLS). SBH memiliki efek positif dan signifikan terhadap OA, yang berarti bahwa rekrutmen berbasis keterampilan meningkatkan kemampuan organisasi untuk menanggapi perubahan, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat kolaborasi lintas fungsi serta budaya belajar adaptif. SBH juga memiliki efek positif terhadap WD, menunjukkan bahwa seleksi berbasis kompetensi membuka peluang bagi individu dari berbagai latar belakang untuk berkontribusi pada organisasi. Selain itu, OA terbukti memiliki efek positif terhadap WD, serta memediasi hubungan antara SBH dan WD. Hal ini berarti bahwa penerapan SBH tidak hanya berdampak langsung pada keragaman tenaga kerja, tetapi juga secara tidak langsung melalui peningkatan agilitas organisasi. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya memperluas penerapan SBH secara merata, memperkuat agilitas melalui pengambilan keputusan cepat, kolaborasi lintas fungsi, dan budaya belajar berkelanjutan, serta mengembangkan program pelatihan inklusif lintas generasi dan gender untuk menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika industri listrik.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan melalui tahap pengumpulan data, pengolahan data, analisis, dan interpretasi data tentang pengaruh rekrutmen berbasis keterampilan terhadap agilitas organisasi dan keragaman dari posisi ke profil keterampilan, menggunakan SmartPLS 3.Skills Based Hiring memiliki dampak positif dan signifikan terhadap OA.Penerapan sistem rekrutmen berbasis keterampilan dapat meningkatkan kemampuan organisasi untuk menanggapi perubahan, mempercepat proses pengambilan keputusan, memperkuat kolaborasi lintas fungsi, dan mendorong budaya belajar adaptif.Hal ini menunjukkan bahwa rekrutmen berbasis kompetensi berfungsi sebagai fondasi strategis dalam membangun organisasi yang tanggap terhadap disrupsi industri.Skills Based Hiring juga memiliki dampak positif dan signifikan terhadap WD.Proses seleksi berbasis keterampilan menciptakan peluang yang lebih adil bagi individu dari berbagai gender, usia, latar belakang pendidikan, dan budaya untuk berkontribusi pada organisasi.Dengan demikian, PLN telah berhasil menciptakan sistem rekrutmen yang lebih inklusif yang berfokus pada kompetensi faktual, bukan hanya latar belakang formal.Organizational Agility memiliki dampak positif dan signifikan terhadap WD.Organisasi yang agil memiliki budaya kerja yang terbuka, adaptif, dan fleksibel dalam menghadapi perbedaan.Peningkatan agilitas organisasi mendorong kolaborasi lintas fungsi dan memperkuat inklusivitas di tempat kerja, yang pada akhirnya meningkatkan keragaman tenaga kerja.Organizational Agility terbukti secara positif dan signifikan memediasi hubungan antara SBH dan WD.Hal ini berarti bahwa penerapan rekrutmen berbasis keterampilan meningkatkan agilitas organisasi, yang kemudian memperkuat pengaruhnya dalam menciptakan tenaga kerja yang beragam dan inklusif.Temuan ini mengonfirmasi bahwa agilitas adalah mekanisme kunci yang menjembatani pengaruh SBH terhadap WD, sejalan dengan Teori Dynamic Capabilities (Teece et al., 1997) dan Teori Human Capital (Becker, 1964).

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengembangkan sistem manajemen talenta yang terintegrasi dengan baik, yang dapat memetakan dan mengukur kompetensi setiap karyawan secara objektif. Hal ini akan membantu organisasi dalam mengelola mobilitas internal, alokasi sumber daya manusia yang lebih efisien, dan menciptakan tim lintas fungsi yang tangguh dan adaptif. 2. Menerapkan program pelatihan inklusif lintas generasi dan gender untuk meningkatkan kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan dinamis di industri listrik. Program pelatihan ini dapat mencakup pengembangan keterampilan digital, kolaborasi lintas fungsi, inovasi, dan kemampuan pemecahan masalah yang kuat. 3. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara agilitas organisasi dan keragaman tenaga kerja secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana agilitas organisasi dapat menjadi penguat mekanisme yang meningkatkan inklusivitas dan keragaman tenaga kerja, serta bagaimana keragaman tenaga kerja dapat memperkuat agilitas organisasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, organisasi dapat meningkatkan agilitas, keragaman, dan inklusivitas tenaga kerja, serta memperkuat kemampuan organisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang di industri listrik yang semakin dinamis.

  1. Firm Resources and Sustained Competitive Advantage - Jay Barney, 1991. firm resources sustained competitive... doi.org/10.1177/014920639101700108Firm Resources and Sustained Competitive Advantage Jay Barney 1991 firm resources sustained competitive doi 10 1177 014920639101700108
Read online
File size388.77 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test