ARTHAMARAMEDIAARTHAMARAMEDIA

Jurnal Metafora Pendidikan (JMP)Jurnal Metafora Pendidikan (JMP)

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana serta apa saja faktor pendukung dan penghambat . Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui bagaimana strategi guru dalam meningkatkan komunikasi verbal anak tunarungu kelas XI di SLB Negeri 1 Gowa dan Faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat penerapan . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara, observasi, dan catatan lapangan digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan 3 orang guru yang mengajar di kelas anak tunarungu kelas XI di SLB Negeri 1 Gowa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu strategi individualisasi dan strategi ekspositori dimana dalam hal ini guru menyesuaikan dengan perbedaan individu baik karakteristik, kebutuhan maupun perseorangan. Strategi ini berpusat kepada guru memegang peran yang sangat dominan serta materi diberikan pengulangan dalam hal ini komunikasi verbal siswa tunarungu mengalami peningkatan dari yang sederhana menuju kompleks. Adapun yang menjadi faktor pendukung dan penghambat guru dalam meningkatkan komunikasi verbal yaitu bersumber dari faktor internal dan eksternal anak tunarungu.

Strategi ini menekankan peran dominan guru dalam menyampaikan materi secara verbal dan terstruktur dengan pengulangan.Faktor pendukung meliputi dukungan keluarga dan fasilitas sekolah, sementara faktor penghambat berasal dari kondisi fisik anak tunarungu yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam menerima informasi.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan teknologi bantu, seperti aplikasi atau perangkat lunak khusus, dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal anak tunarungu. Hal ini penting karena teknologi terus berkembang dan dapat menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan komunikasi yang dihadapi anak-anak ini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan guru yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada strategi pembelajaran, tetapi juga pada pemahaman mendalam tentang karakteristik unik anak tunarungu dan cara membangun hubungan yang efektif dengan mereka. Pelatihan ini harus mencakup praktik langsung dan studi kasus untuk memastikan guru memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan komunikasi siswa. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menyelidiki peran penting orang tua dan keluarga dalam mendukung perkembangan komunikasi verbal anak tunarungu di rumah. Penelitian ini dapat mengidentifikasi strategi yang efektif untuk melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan memberikan mereka sumber daya yang mereka butuhkan untuk membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan komunikasi yang kuat. Dengan menggabungkan pendekatan pendidikan formal dengan dukungan keluarga yang kuat, diharapkan anak-anak tunarungu dapat mencapai potensi komunikasi mereka secara maksimal dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat.

Read online
File size216.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test