UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Sistem kelistrikan di wilayah Muara Teweh merupakan sistem kelistrikan yang tidak terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Tengah, dimana terpasang diproyeksikan belum dapat memenuhi kebutuhan beban puncak sehingga mengalami defisit 1 MW yang mengakibatkan sering terjadi pemadaman bergilir. Hal ini berimbas kepada pelanggan sehingga untuk mengatasinya Politeknik Muara Teweh mengoperasikan generator set berkapasitas 140 kVA sebagai pembangkit listrik cadangan dengan bahan bakar jenis solar. Berdasarkan hasil penelitian ini, kebutuhan daya listrik pada saat beban puncak di gedung Politeknik Muara Teweh sebesar 94,168 kW dengan konsumsi bahan bakar spesifik sebanyak 28,16 liter dalam 1 jam pengoperasiannya. Dengan manajemen energi yang baik, gedung Politeknik Muara Teweh dapat melakukan penghematan samapai 50% dari beban puncak dengan penghematan konsumsi bahan bakar spesifik dalam pengoperasinya sebesar 14,08 liter setiap jam.

Beban puncak gedung Politeknik Muara Teweh pada jam 8–14 mencapai 94,168 kW, yang terdiri dari penerangan, AC, komputer, dan peralatan laboratorium.Generator set yang digunakan digerakkan oleh mesin diesel turbo enam silinder berdaya keluaran 128 kW dengan efisiensi 0,95 dan konsumsi bahan bakar spesifik berkisar 212 g/kWh pada beban penuh.Rata‑rata konsumsi bahan bakar spesifik selama satu jam beban puncak diperkirakan 28,16 liter, dan dengan penerapan manajemen energi dapat menghemat hingga 14 liter per jam (pengurangan 50%).

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi sumber energi terbarukan, khususnya panel surya photovoltaic, dengan generator set diesel untuk menilai potensi pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi pada gedung Politeknik Muara Teweh. Selanjutnya, diperlukan pengembangan sistem manajemen energi berbasis Internet of Things (IoT) yang memantau secara real‑time beban listrik dan mengoptimalkan operasi generator serta beban listrik sehingga dapat mengurangi waktu kerja generator pada kondisi beban puncak. Penelitian juga dapat melakukan analisis siklus hidup (life‑cycle cost analysis) yang membandingkan biaya operasional dan lingkungan antara generator diesel konvensional dengan sistem hibrida diesel‑baterai pada berbagai profil beban. Kajian tersebut diharapkan memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan dalam memilih teknologi penyedia tenaga listrik cadangan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, studi eksperimental mengenai kontrol otomatis kecepatan mesin diesel (variable speed) dapat mengidentifikasi strategi optimal untuk menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik pada tingkat beban yang berfluktuasi. Terakhir, pendekatan simulasi berbasis model matematika dapat memperkirakan dampak kebijakan manajemen energi terhadap penghematan bahan bakar dalam jangka panjang. Dengan kombinasi ketiga arah penelitian ini, diharapkan dapat menghasilkan solusi teknis yang aplikatif dan dapat direplikasi pada fasilitas serupa di wilayah isolasi listrik.

Read online
File size494.27 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test