UNWUNW

Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia DiniIndonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok A2 BA Aisyiyah 2 Sengon, Kecamatan Prambanan Klaten melalui kegiatan menjahit. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dengan model penelitian Kemmis & Mc Taggart. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok A2 usia 4-5 tahun yang berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (checklist instrumen) dan dokumentasi. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah 76% anak dalam kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus dapat ditingkatkan melalui kegiatan menjahit pola. Peningkatan motorik halus terlihat pada pra tindakan yaitu sebesar 0,00%, siklus I meningkat menjadi 35,29%, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 82,35%. Sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu minimal 76%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tindakan menjahit pola dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak di BA Aisyiyah 2 Sengon Kecamatan Prambanan Klaten.

Kegiatan menjahit pola dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok A di BA Aisyiyah 2 Sengon Kecamatan Prambanan Klaten.Peningkatan keterampilan motorik halus melalui kegiatan menjahit pola merupakan solusi dari permasalahan yang ada pada kelompok A2 BA Aisyiyah 2 Sengon Kecamatan Prambanan Klaten.Langkah-langkah yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan menjahit pola yaitu bentuk pola yang digunakan pada setiap 2 pertemuan selalu berbeda sehingga membuat anak merasa tertarik untuk mencoba serta peningkatan kesulitan pada pola yang digunakan.

Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar guru dapat menjelaskan materi pembelajaran dua kali, pertama oleh guru dan kedua dilakukan bersama-sama, untuk meningkatkan pemahaman anak. Sekolah perlu menyediakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan motorik halus, termasuk alat dan bahan yang aman dan menarik. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan pola yang berbeda pada setiap pertemuan dan memberikan jeda pada setiap pertemuan agar anak tidak mudah bosan, serta menggunakan media menjahit yang lebih awet.

Read online
File size302.65 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test