URECOLURECOL

Urecol Journal. Part D: Applied SciencesUrecol Journal. Part D: Applied Sciences

Kecamatan Tawangmangu merupakan wilayah yang sering terkena longsor pada musim hujan, yang menimbulkan kerugian material dan non‑material bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana longsor serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tersebut guna mengurangi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis secara spasial tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya longsor di Kecamatan Tawangmangu, dan (2) menelaah upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana longsor. Metode yang digunakan adalah survei dengan wawancara melalui kuesioner kepada kepala keluarga dan perangkat pemerintah desa di enam desa rawan longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat berada pada kategori siap di Kelurahan Tawangmangu (skor 16,10), Desa Tengklik (15,42), Desa Plumbon (15,17), dan Kelurahan Kalisoro (13,85), sedangkan kategori kurang siap terdapat di Desa Nglebak (12,36) dan Desa Bandardawung (11,75). Upaya peningkatan kesiapsiagaan bervariasi antar desa, meliputi penyuluhan, piket, pembangunan fasilitas pendukung, pembentukan satgas bencana, serta penggunaan aplikasi tanggap darurat.

Tingkat kesiapsiagaan masyarakat di Kecamatan Tawangmangu terbagi menjadi kategori siap (Kelurahan Tawangmangu, Desa Tengklik, Desa Plumbon, Kelurahan Kalisoro) dan kurang siap (Desa Nglebak, Desa Bandardawung).Setiap desa/kelurahan memiliki upaya peningkatan kesiapsiagaan masing‑masing, seperti sosialisasi, pembentukan satgas bencana, pembangunan fasilitas pendukung, dan penggunaan aplikasi tanggap darurat.Penelitian menyarankan studi lanjutan dengan indikator tambahan, sampel lebih banyak, serta penerapan upaya optimal oleh pemerintah dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan indeks kesiapsiagaan multidimensi dengan menambahkan indikator sosial‑ekonomi, psikologis, dan infrastruktur untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang memantau perubahan tingkat kesiapsiagaan selama beberapa tahun setelah implementasi program peningkatan, sehingga dapat menilai efektivitas jangka panjang intervensi yang dilakukan oleh pemerintah desa. Peneliti juga dapat melakukan studi komparatif antara Kecamatan Tawangmangu dengan wilayah rawan longsor lain di Jawa Tengah atau wilayah lain di Indonesia untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi secara lebih luas, sekaligus memahami faktor‑faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan upaya peningkatan kesiapsiagaan.

Read online
File size266.13 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test