Q2LIIQ2LII

JURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANJURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATAN

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas neonatal. Faktor penyebab BBLR cukup kompleks, mulai dari kondisi ibu selama kehamilan, usia kehamilan yang belum cukup bulan, hingga faktor lingkungan. Bayi dengan BBLR sangat rentan mengalami gangguan pernapasan, infeksi, hipotermia, dan kesulitan menyusu. Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang tepat dan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas hidup bayi. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah berbagai artikel dan jurnal ilmiah dari database nasional maupun internasional, yang relevan dengan topik perawatan BBLR. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan strategi perawatan yang efektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi utama dalam perawatan bayi BBLR meliputi perawatan metode kanguru, pemberian ASI eksklusif, pencegahan hipotermia, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan keluarga. Perawatan kanguru terbukti efektif dalam menjaga suhu tubuh, meningkatkan ikatan emosional, serta mendukung keberhasilan pemberian ASI. Pemberian nutrisi yang adekuat serta pemantauan rutin juga penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan tumbuh kembang optimal.

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan kelompok rentan yang memerlukan perawatan khusus untuk mencegah komplikasi serius.Tinjauan literatur menunjukkan bahwa intervensi seperti Kangaroo Mother Care dan pemberian ASI eksklusif secara signifikan menurunkan morbiditas serta mortalitas pada bayi BBLR.Dukungan komprehensif meliputi pemantauan ketat, pencegahan infeksi, suplementasi nutrisi, serta fasilitas kesehatan yang memadai diperlukan untuk memastikan pertumbuhan optimal dan menurunkan angka kematian neonatal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas program pelatihan Kangaroo Mother Care berbasis komunitas pada wilayah pedesaan Indonesia, dengan mengukur dampaknya terhadap angka kematian dan morbiditas neonatus berberat badan rendah serta tingkat kepatuhan keluarga. Selain itu, diperlukan studi yang menilai pengaruh suplementasi susu ibu yang diperkaya (fortifikasi) terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif bayi BBLR selama tahun pertama kehidupan, dengan membandingkan kelompok intervensi dan kontrol. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti kelayakan dan manfaat penggunaan sistem telehealth untuk pemantauan tanda vital serta pencegahan infeksi pada bayi BBLR setelah mereka dipulangkan, termasuk evaluasi kepuasan orang tua, frekuensi kontak medis, dan hasil klinis jangka panjang. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkaya bukti ilmiah untuk kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran, meningkatkan kualitas perawatan neonatal, serta mempercepat pencapaian target penurunan angka kematian neonatal di Indonesia.

  1. Higher Protein Intake Improves Length, Not Weight, z Scores in Preterm Infants - Olsen - 2014 - Journal... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1097/MPG.0000000000000237Higher Protein Intake Improves Length Not Weight z Scores in Preterm Infants Olsen 2014 Journal onlinelibrary wiley doi 10 1097 MPG 0000000000000237
  2. Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
Read online
File size267.84 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test