CERICCERIC
Jurnal Keperawatan IndonesiaJurnal Keperawatan IndonesiaDepresi pada pra-lansia dengan HIV dapat memengaruhi kualitas hidupnya. Keluarga dapat menjadi sumber dukungan utama bagi pra-lansia dan diketahui merupakan faktor protektif terhadap depresi. Maka dari itu, perlu dilakukan identifikasi terkait faktor protektif terhadap depresi agar pra-lansia dengan HIV dapat menua dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi antara dukungan keluarga dengan depresi pada pra-lansia dengan HIV di Jakarta. Penelitian cross-sectional ini diikuti oleh 120 pra-lansia dengan HIV yang tergabung di Indonesia AIDS Coalition dan menerima pengobatan HIV di layanan kesehatan Jakarta dengan metode convenience sampling. Digunakan kuesioner karakteristik, kuesioner dukungan keluarga, dan DASS-21. Analisis data terdiri atas analisis univariat untuk melihat gambaran karakteristik, dukungan keluarga, dan depresi, sedangkan analisis bivariat untuk menguji korelasi menggunakan Spearman test. Pra-lansia dengan HIV menerima dukungan keluarga utamanya dari saudara kandung dan pasangan. Didapatkan bahwa partisipan mendapatkan dukungan keluarga yang relatif rendah (median 25,00) dan tingkat depresi yang ringan (median 8,00). Terdapat korelasi negatif yang signifikan dengan tingkat sedang antara dukungan keluarga dengan depresi pada pra-lansia dengan HIV di Jakarta (r = -0,344). Studi ini menunjukkan bahwa peningkatan dukungan keluarga pada pra-lansia dengan HIV dapat membantu menurunkan depresi. Dengan demikian, menjadi penting bagi tenaga kesehatan untuk melibatkan peran keluarga dalam tatalaksana pra-lansia dengan HIV. Melibatkan keluarga dalam perawatan pra-lansia dengan HIV perlu mendapat perhatian khusus untuk mengurangi depresi dan mendukung proses penuaan yang lebih sehat.
Studi ini mengonfirmasi bahwa dukungan keluarga berperan sebagai faktor protektif terhadap depresi pada pra-lansia dengan HIV.Dengan mengurangi gejala depresi, dukungan keluarga dapat memfasilitasi proses penuaan yang lebih baik bagi kelompok ini.Hal ini menekankan pentingnya melibatkan keluarga dalam penanganan HIV, di mana tenaga kesehatan dapat mendorong keluarga untuk memberikan dukungan atau melakukan kampanye kesadaran tentang HIV, memastikan semua pihak berperan dalam membantu pra-lansia dengan HIV pulih dan menua dengan sehat.Selain itu, keluarga perlu diedukasi mengenai penyakit ini untuk membantu mengurangi stigma terhadap anggota keluarga yang hidup dengan HIV.
Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam pengalaman keluarga dalam memberikan dukungan kepada pra-lansia dengan HIV, termasuk tantangan dan strategi yang mereka gunakan. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji hubungan kausal antara dukungan keluarga dan perkembangan depresi pada pra-lansia dengan HIV dari waktu ke waktu. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas program dukungan keluarga yang disesuaikan dengan kebutuhan pra-lansia dengan HIV. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran dukungan keluarga dalam meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup pra-lansia dengan HIV, serta mengembangkan intervensi yang efektif untuk mendukung mereka dalam menghadapi tantangan penuaan dengan kondisi tersebut.
- Hubungan Dukungan Keluarga dan Depresi Dengan Kualitas Hidup pada Pasien dengan HIV/AIDS di Wonogiri,... doi.org/10.33846/sf11317Hubungan Dukungan Keluarga dan Depresi Dengan Kualitas Hidup pada Pasien dengan HIV AIDS di Wonogiri doi 10 33846 sf11317
- Perceived Family Support, Depression, and Suicidal Ideation among People Living with HIV/AIDS: A Cross-Sectional... doi.org/10.1371/journal.pone.0090959Perceived Family Support Depression and Suicidal Ideation among People Living with HIV AIDS A Cross Sectional doi 10 1371 journal pone 0090959
- Depression & Associated Factors in Men Living with HIV/AIDS | JMDH. depression associated factors... doi.org/10.2147/JMDH.S378956Depression Associated Factors in Men Living with HIV AIDS JMDH depression associated factors doi 10 2147 JMDH S378956
- The Gender Difference in Depression: Are Elderly Women at Greater Risk for Depression Than Elderly Men?.... doi.org/10.3390/geriatrics2040035The Gender Difference in Depression Are Elderly Women at Greater Risk for Depression Than Elderly Men doi 10 3390 geriatrics2040035
| File size | 313.74 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Pasien menerima pengobatan antipsikotik (Haloperidol 0,75 b. i. d) dua kali sehari. Depresi dapat menjadi faktor risiko utama bagi perkembangan demensia,Pasien menerima pengobatan antipsikotik (Haloperidol 0,75 b. i. d) dua kali sehari. Depresi dapat menjadi faktor risiko utama bagi perkembangan demensia,
UNIGRESUNIGRES Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang menciptakan beban signifikan bagi keluarga, terutama di komunitas pedesaan dengan akses terbatas terhadapSkizofrenia adalah gangguan mental berat yang menciptakan beban signifikan bagi keluarga, terutama di komunitas pedesaan dengan akses terbatas terhadap
UNIGRESUNIGRES Addressing these challenges requires a holistic strategy, including infrastructure upgrades, continuous training programs, clear policy formulation, strengthenedAddressing these challenges requires a holistic strategy, including infrastructure upgrades, continuous training programs, clear policy formulation, strengthened
IRPIIRPI Membaca resep dokter tulisan tangan merupakan tantangan yang dihadapi oleh sebagian besar pasien dan beberapa apoteker, yang dalam beberapa kasus dapatMembaca resep dokter tulisan tangan merupakan tantangan yang dihadapi oleh sebagian besar pasien dan beberapa apoteker, yang dalam beberapa kasus dapat
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Melalui penyempurnaan desain yang cermat dan optimasi pengalaman pengguna, penelitian ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah penyampaian layananMelalui penyempurnaan desain yang cermat dan optimasi pengalaman pengguna, penelitian ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah penyampaian layanan
UNAIUNAI Transisi ke kehidupan perguruan tinggi membawa banyak tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini menyelidiki peran dukunganTransisi ke kehidupan perguruan tinggi membawa banyak tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini menyelidiki peran dukungan
URINDOURINDO Metode: pendekatan kuantitatif survei dengan analisis regresi linier berganda pada 42 perawat. Hasil: variabel komunikasi interpersonal dan motivasi tidakMetode: pendekatan kuantitatif survei dengan analisis regresi linier berganda pada 42 perawat. Hasil: variabel komunikasi interpersonal dan motivasi tidak
UNUSAUNUSA Volume trombosit rata-rata (MPV) dapat digunakan sebagai salah satu parameter laboratorium untuk mengevaluasi fungsi dan aktivasi trombosit, yang mencerminkanVolume trombosit rata-rata (MPV) dapat digunakan sebagai salah satu parameter laboratorium untuk mengevaluasi fungsi dan aktivasi trombosit, yang mencerminkan
Useful /
YARSIYARSI Pengobatan utama untuk skizofrenia adalah penggunaan antipsikotik, baik tipikal maupun atipikal. Meskipun antipsikotik atipikal lebih umum digunakan karenaPengobatan utama untuk skizofrenia adalah penggunaan antipsikotik, baik tipikal maupun atipikal. Meskipun antipsikotik atipikal lebih umum digunakan karena
YARSIYARSI Mahasiswa kedokteran sering menghadapi tekanan akademik dalam sistem blok yang padat, sehingga membutuhkan cara untuk tetap fokus, salah satunya denganMahasiswa kedokteran sering menghadapi tekanan akademik dalam sistem blok yang padat, sehingga membutuhkan cara untuk tetap fokus, salah satunya dengan
YARSIYARSI 001). Kesimpulan bahwa Skor Alvarado mudah, sederhana, dan non‑invasif sehingga dapat membantu mengurangi operasi negatif dan komplikasi. Skor Alvarado001). Kesimpulan bahwa Skor Alvarado mudah, sederhana, dan non‑invasif sehingga dapat membantu mengurangi operasi negatif dan komplikasi. Skor Alvarado
UNIMALUNIMAL Berdasarkan hasil analisis, kadar glukosa tertinggi, yaitu 17%, diperoleh dari metode-II dengan penambahan asam sulfat 8% berat. Semakin sedikit asam sulfatBerdasarkan hasil analisis, kadar glukosa tertinggi, yaitu 17%, diperoleh dari metode-II dengan penambahan asam sulfat 8% berat. Semakin sedikit asam sulfat