LPPMUNIDAYANLPPMUNIDAYAN

Jurnal Barata Indonesia : Studi Administrasi & Kebijakan PublikJurnal Barata Indonesia : Studi Administrasi & Kebijakan Publik

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kaofe Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek perencanaan, partisipasi aktif pengurus BUMDesa sudah cukup baik, namun partisipasi masyarakat masih rendah, sehingga diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam perencanaan kegiatan. Pengorganisasian BUMDesa sudah terstruktur dengan pembagian tugas yang jelas, tetapi perlu diperbaiki dalam hal keterlibatan masyarakat. Pada tahap pelaksanaan, peran anggota BUMDesa terlihat jelas, namun masih minim partisipasi dari masyarakat dalam mendukung kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pengawasan dan evaluasi kegiatan juga belum optimal, dengan frekuensi evaluasi yang masih jarang dilakukan secara berkala. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi yang lebih rutin untuk memastikan kegiatan BUMDesa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan BUMDesa Kaofe mencakup empat aspek utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.Pada tahap perencanaan, partisipasi aktif semua anggota BUMDesa sangat berperan dalam menentukan arah dan keberhasilan program yang dijalankan.Fokus utama dalam perencanaan mencakup pembukuan administrasi yang tertib, pengelolaan keuangan yang transparan, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta pengelolaan usaha seperti penyediaan air bersih, jasa pinjam atau sewa, dan layanan dekorasi acara.Meskipun demikian, penting untuk tetap melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa semua kegiatan tetap sesuai dengan tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat desa.Pada tahap pengorganisasian, struktur kepengurusan BUMDesa Kaofe telah tersusun dengan baik dengan adanya peran Ketua, Bendahara, Sekretaris, penasihat, serta pelaksana operasional.Koordinasi yang baik dalam pembagian tugas menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran program dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan.Pada tahap pelaksanaan, keterlibatan pengurus menjadi kunci utama dalam menjalankan berbagai program BUMDesa.Setiap peran dalam organisasi memiliki tanggung jawab masing-masing untuk memastikan bahwa setiap kegiatan berjalan sesuai dengan rencana.Namun, rendahnya keterlibatan masyarakat masih menjadi kendala yang perlu diatasi agar pengelolaan BUMDesa lebih efektif dan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan warga.Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam operasional BUMDesa dapat memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan usaha serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap manfaat yang dihasilkan.Dalam aspek pengawasan, terdapat perbedaan pandangan antara informan mengenai evaluasi kinerja anggota dan tindakan korektif jika terdapat penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan.Beberapa informan menyatakan bahwa evaluasi dilakukan secara rutin untuk mengidentifikasi kekurangan dan memperbaiki strategi yang diterapkan, sementara informan lain berpendapat bahwa tidak ada evaluasi khusus karena seluruh kegiatan dianggap telah berjalan sesuai rencana.Ketidaksepahaman ini menunjukkan perlunya harmonisasi dan sistem evaluasi yang lebih jelas guna memastikan efektivitas pengelolaan BUMDesa.Meskipun konsistensi dalam menjalankan program sangat penting, evaluasi berkala tetap diperlukan agar BUMDesa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat desa.

Untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan BUMDes, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem tata kelola yang lebih profesional dan transparan. Hal ini dapat mencakup studi tentang implementasi sistem akuntabilitas keuangan yang lebih baik, termasuk penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan keuangan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam pengelolaan sumber daya manusia, seperti pelatihan dan pengembangan kapasitas pengurus BUMDes, serta upaya-upaya untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam operasional BUMDes. Penelitian juga dapat menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari BUMDes terhadap masyarakat desa, termasuk studi tentang bagaimana BUMDes dapat menjadi motor penggerak utama dalam peningkatan ekonomi pedesaan dan mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi di tingkat desa.

Read online
File size407.3 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test