NUSAMANDIRINUSAMANDIRI

Jurnal AbdiMas Nusa MandiriJurnal AbdiMas Nusa Mandiri

Posyandu merupakan layanan kesehatan tingkat desa atau kelurahan yang berperan dalam peningkatan kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak. Keberadaan posyandu mempermudah masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar tanpa harus menempuh jarak yang jauh. Namun, pelaksanaan posyandu masih menghadapi berbagai tantangan terutama rendahnya tingkat partisipasi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dengan program SIGAP (Sosialisasi Gerakan Aktif Posyandu) dan Pojok Bermain ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan bayi dan balita ke Posyandu Mayang Wangi melalui pemberdayaan kader dan edukasi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi penyadaran masalah melalui Focus Group Discussion (FGD), perencanaan dan implementasi sosialisasi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan oleh kader posyandu dan mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat sebagai fasilitator. Sosialisasi tersebut memberikan informasi mengenai pentingnya kunjungan ke posyandu dan masalah gizi pada balita, serta pojok bermain untuk menarik minat anak-anak. Antusiasme peserta dalam sesi diskusi dan evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari peserta yang mencerminkan efektivitas materi sosialisasi yang disampaikan oleh kader. Pengadaan pojok bermain juga meningkatkan keterampilan dan kreativitas kader dalam menciptakan media permainan edukatif dari barang bekas. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya posyandu, serta berhasil memberdayakan kader dalam meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai upaya kesehatan ibu dan anak.

Rendahnya partisipasi masyarakat dalam melakukan kunjungan ke posyandu menjadi salah satu permasalahan yang dialami oleh Posyandu Mayang Wangi saat ini.Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan bersama Kader dan Ketua RT setempat, terdapat dua program intervensi sebagai solusi konkrit dan berkelanjutan, yaitu SIGAP (Sosialisasi Gerakan Aktif Posyandu) dan Pembuatan Pojok Bermain.Program pertama, SIGAP (Sosialisasi Gerakan Aktif Posyandu) merupakan kegiatan sosialisasi yang efektif mengenai pentingnya datang ke posyandu dan pemenuhan asupan makanan bergizi yang seimbang bagi bayi dan balita dapat meningkatkan pengetahuan kader mengenai kesehatan dan menjadikan masyarakat sadar akan pentingnya kunjungan ke posyandu.Kegiatan sosialisasi ini disertai dengan pre-test dan post-test dalam bentuk games benar-salah sebagai bentuk evaluasi yang diukur melalui peningkatan pengetahuan pada peserta.Pada program kedua, pembuatan pojok bermain di posyandu dapat meningkatkan keterampilan kader dan menjadi fasilitas yang menarik bagi anak-anak.Kedua program intervensi yang dijalankan ini dapat memperkuat peran kader dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat ke posyandu sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan anak.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi motivasi kader posyandu dalam menjalankan tugasnya, termasuk aspek demografis, sosial, dan ekonomi. Hal ini penting untuk merancang program pelatihan dan pendampingan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan kader. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pemberdayaan masyarakat yang melibatkan peran serta aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program posyandu. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap posyandu. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program SIGAP dan pojok bermain terhadap peningkatan kunjungan dan cakupan layanan posyandu, serta indikator kesehatan ibu dan anak lainnya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan dan strategi yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan posyandu di masa mendatang. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

  1. PERBEDAAN MEDIA LEAFLET DAN VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI | Herlinadiyaningsih | Jurnal Kebidanan... doi.org/10.36419/jki.v12i2.496PERBEDAAN MEDIA LEAFLET DAN VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI Herlinadiyaningsih Jurnal Kebidanan doi 10 36419 jki v12i2 496
  2. OPERASI TIMBANG DI POSYANDU WILAYAH KERJA DAERAH PUSKESMAS SIKUMANA TAHUN 2023 | Jurnal Media Tropika.... doi.org/10.35508/mediatropika.v4i1.10180OPERASI TIMBANG DI POSYANDU WILAYAH KERJA DAERAH PUSKESMAS SIKUMANA TAHUN 2023 Jurnal Media Tropika doi 10 35508 mediatropika v4i1 10180
  3. Pemanfaatan Media Sosial pada Kader Posyandu dalam Strategi KIE Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Cakupan... doi.org/10.62411/ja.v6i3.1458Pemanfaatan Media Sosial pada Kader Posyandu dalam Strategi KIE Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Cakupan doi 10 62411 ja v6i3 1458
  4. Pemberdayaan Kader dalam Memberikan Edukasi Model Precede-Proceed pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja... doi.org/10.33024/jkpm.v5i6.5508Pemberdayaan Kader dalam Memberikan Edukasi Model Precede Proceed pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja doi 10 33024 jkpm v5i6 5508
  5. Bot Verification. bot verification verifying robot journal.uinjkt.ac.id/index.php/jko/article/view/21887Bot Verification bot verification verifying robot journal uinjkt ac index php jko article view 21887
Read online
File size1.14 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test