IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO

LEDALOGOS: JURNAL FILSAFATLEDALOGOS: JURNAL FILSAFAT

Kajian etika moral dalam ruang perpolitikan di Indonesia dewasa ini menampakkan situasi degradasi yang drastis. Persoalan disebabkan oleh ketidakseimbangan pengetahuan politik dan tindakan praktis yang diterapkan dalam kehidupan manusia sebagai makhluk politik (zoon politikon). Kebijakan-kebijakan cenderung mengatasnamakan kepentingan individual daripada demi kebaikan bersama warga negara (bonum commune). Jean-Jacques Rousseau membaca itu sebagai krisis etika moral bangsa. Tulisan ini bermaksud membahas pemikiran Rousseau ini. Metode penulisan yang dipakai adalah studi kualitatif dengan menggunakan metode analisis-kritis perbandingan data kepustakaan. Rousseau mendeskripsikan empat tema kajian etika moral dalam kehidupan sosial-politik bangsa yang mencakup; manusia secara alami baik, moralitas sebagai ekspresi perasaan, kebebasan dan autentisitas, serta kontrak sosial dan moralitas publik. Membaca empat poin pokok etika moral Rousseau, penulis menemukan tiga poin pokok relevansi etika moral Rousseau dalam konteks ruang perpolitikan di Indonesia sekaligus sebagai ruang yang menawarkan konsep praktik politik dalam kehidupan elit politik di Indonesia. Pertama, kebebasan berekspresi dalam mengemukakan pendapat serta hak menentukan pertimbangan atas kebijakan politik oleh wakil rakyat. Kedua, sistem pendidikan politik partisipatif bagi elit politik di Indonesia. Ketiga, Indonesia sebagai negara penganut sistem demokrasi yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda membutuhkan proses musyawarah dalam mencapai kehendak umum.

Degradasi kualitas praktik etika moral negara Indonesia disebabkan oleh relasi politik kekuasaan di antara elit politik dan demokrasi yang hidup dalam luas.Konsep etika moral Jean-Jacques Rousseau menawarkan suatu konsep politik dalam konteks kebebasan berekspresi, sistem pendidikan politik, dan musyawarah dalam mencapai kehendak umum.Refleksi atas etika moral Rousseau memberikan sumbangsih signifikan dalam memahami pentingnya partisipasi dan kehendak umum warga negara dalam membangun negara yang adil dan harmonis.

Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah ada dalam artikel ini, beberapa ide penelitian baru dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas sistem pendidikan politik partisipatif dalam membentuk karakter elit politik yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan publik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis komparatif mengenai praktik musyawarah dalam mencapai kehendak umum di berbagai daerah di Indonesia, dengan mempertimbangkan keberagaman budaya dan sosial. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep kebebasan berekspresi dapat diimplementasikan secara efektif dalam konteks politik Indonesia, tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial yang berlaku. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas demokrasi dan tata pemerintahan di Indonesia, serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan beradab. Penelitian ini perlu dilakukan secara mendalam dan komprehensif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan menggunakan metode penelitian yang sesuai untuk menghasilkan temuan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

  1. Jean-Jaques Rousseau dalam Demokrasi | Wijaya | Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review.... journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpi/article/view/9075Jean Jaques Rousseau dalam Demokrasi Wijaya Politik Indonesia Indonesian Political Science Review journal unnes ac nju index php jpi article view 9075
Read online
File size370.94 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test