PDGIPDGI

Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental Association

Stomatitis gigi tiruan (DS) adalah masalah umum di kalangan pengguna gigi tiruan. Hal ini biasanya muncul sebagai kemerahan atau peradangan mukosa oral yang bersentuhan dengan basis gigi tiruan. Penyebabnya seringkali tidak terbatas pada satu faktor. Higiene gigi tiruan yang buruk, memakai gigi tiruan terus-menerus, dan gigi tiruan yang tidak pas adalah pemicu umum. Namun, kondisi sistemik seperti diabetes mellitus juga bisa memainkan peran utama dengan mengurangi kemampuan tubuh melawan infeksi. Laporan kasus: Seorang wanita berusia 54 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi dengan keluhan kemerahan pada palatum durum. Pasien menyatakan bahwa gigi tiruannya telah menjadi longgar dan sering jatuh saat berbicara atau mengunyah makanan. Pemeriksaan intraoral menunjukkan erytrematous diffus, ukuran >2 cm, berwarna merah, jumlah 2 (bilateral), tepi tidak teratur, terletak pada palatum durum. Lesi atrofik, rata, ukuran ±3x5cm, berwarna merah, multiple, dengan batas diffuse dan tepi tidak teratur, terletak pada permukaan dorsal lidah. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar gula darah dan HbA1c yang tinggi, serta kadar hemoglobin, hematokrit, Mean Corpuscular Volume (MCV), dan Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) yang rendah. Berdasarkan riwayat pasien, ciri klinis, dan hasil laboratorium, kasus ini didiagnosis sebagai stomatitis gigi tiruan tipe II (klasifikasi Newton) yang terkait dengan diabetes mellitus dan anemia ringan. Pasien dirawat dengan nystatin oral suspension dan Chlorhexidine Gluconate 0,2%, dikontrol kadar gula darah dan ditekankan peningkatan nutrisi untuk mendukung proses penyembuhan dan meningkatkan kesehatan sistemik. Selain itu, pasien dianjurkan untuk menyesuaikan gigi tiruannya. Kesimpulan: Manajemen kondisi ini harus komprehensif, mulai dari diagnosis yang tepat terhadap faktor penyebab dan risikonya, lalu menentukan pengobatan terhadap faktor terpenting secara spesifik pada pasien.

Stomatitis gigi tiruan merupakan kondisi kompleks yang terutama memengaruhi mukosa palatum.Manajemen kondisi ini harus komprehensif, dimulai dari diagnosis yang tepat terhadap faktor penyebab dan risikonya, lalu arahkan pengobatan ke faktor terpenting pada pasien.Selain itu, manajemen dan pencegahan masalah oral melalui kontrol diabetes menjadi sangat penting, serta pentingnya pengetahuan tentang lesi oral yang umum pada pasien diabetes dapat membantu pengembangan langkah pencegahan.

Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi efektivitas terapi antijamur spesifik untuk stomatitis gigi tiruan pada pasien diabetes, seperti perbandingan nystatin dengan obat lain. Selain itu, studi untuk mengevaluasi dampak jangka panjang perbaikan pas pada gigi tiruan terhadap pengurangan kekambuhan stomatitis diperlukan, terutama dalam konteks pasien dengan anemia. Studi lebih lanjut juga disarankan untuk memahami hubungan antara jenis anemia tertentu, seperti anemia defisiensi besi, dengan keparahan stomatitis, serta pengaruh nutrisi mikroskopis terhadap kesehatan mukosa oral.

  1. Denture Stomatitis Revisited: A Summary of Systematic Reviews in the Past Decade and Two Case Reports... hindawi.com/journals/ijd/2021/7338143Denture Stomatitis Revisited A Summary of Systematic Reviews in the Past Decade and Two Case Reports hindawi journals ijd 2021 7338143
  2. Candida species oral detection and infection in patients with diabetes mellitus: a meta-analysis. candida... doi.org/10.53986/ibjm.2021.0020Candida species oral detection and infection in patients with diabetes mellitus a meta analysis candida doi 10 53986 ibjm 2021 0020
Read online
File size530 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test