IICETIICET

Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia

Dalam era digital, bahasa gaul Mandarin di media sosial WeChat mengalami pergeseran makna konotatif negatif, dengan penekanan pada perbedaan makna berdasarkan gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran makna konotatif negatif pada bahasa gaul Mandarin di platform WeChat, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan makna berdasarkan gender. Dengan analisis mendalam terhadap perubahan makna, khususnya yang terkait dengan gender, penelitian ini membuka wawasan terhadap dinamika bahasa dan budaya di dunia digital. Hasil penelitian mengungkapkan pergeseran signifikan pada kata-kata yang merujuk kepada wanita dan pria di WeChat. Sebagai contoh, gelar kehormatan 小姐 beralih menjadi judul industri pornografi, sementara 影帝 mengalami transformasi dari aktor pemenang penghargaan menjadi istilah yang mencirikan pria yang pandai berakting. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya kesadaran terhadap perubahan bahasa di era digital dan urgensi untuk mengatasi stereotip gender dalam media sosial.

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa gaul Mandarin di media sosial WeChat mengalami pergeseran makna konotatif negatif yang signifikan, terutama dalam kaitannya dengan representasi gender.Pergeseran ini mencerminkan perubahan nilai sosial sekaligus memperkuat stereotip yang ada, di mana istilah yang semula netral atau positif seperti 小姐 dan 影帝 kini sarat dengan makna peyoratif yang berbeda berdasarkan jenis kelamin.Temuan ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang interaksi, tetapi juga arena reproduksi makna sosial dan gender melalui bahasa.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran kritis terhadap penggunaan bahasa di ranah digital agar tidak memperkuat bias dan ketimpangan gender yang tersirat dalam komunikasi daring.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana pergeseran makna konotatif negatif dalam bahasa gaul Mandarin di WeChat mempengaruhi persepsi dan perilaku pengguna media sosial, khususnya dalam konteks gender. Kedua, penelitian dapat fokus pada strategi komunikasi yang digunakan oleh pengguna WeChat untuk mengatasi atau melawan stereotip gender yang ada. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana platform media sosial seperti WeChat dapat menjadi ruang untuk mempromosikan kesetaraan gender dan melawan stereotip negatif, serta bagaimana platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk kampanye advokasi dan pendidikan gender yang efektif.

  1. A Multi-dimension and Multi-granularity Feature Fusion Method for Chinese Microblog Sentiment Classification... dl.acm.org/doi/10.1145/3639479.3639490A Multi dimension and Multi granularity Feature Fusion Method for Chinese Microblog Sentiment Classification dl acm doi 10 1145 3639479 3639490
  2. Aggression, Disempowerment, and Feminism in the “Scum Men” Discourse on Chinese Social... doi.org/10.1080/02560046.2024.2384632Aggression Disempowerment and Feminism in the yAAAuScum MenyAAAy Discourse on Chinese Social doi 10 1080 02560046 2024 2384632
  3. Optimizing Chinese Lexical Simplification Across Word Types: A Hybrid Approach - ACL Anthology. optimizing... aclanthology.org/2024.emnlp-main.849Optimizing Chinese Lexical Simplification Across Word Types A Hybrid Approach ACL Anthology optimizing aclanthology 2024 emnlp main 849
  4. Extract Aspect-based Financial Opinion Using Natural Language Inference | Proceedings of the 2022 International... dl.acm.org/doi/10.1145/3543106.3543120Extract Aspect based Financial Opinion Using Natural Language Inference Proceedings of the 2022 International dl acm doi 10 1145 3543106 3543120
Read online
File size723.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test