MANDALANURSAMANDALANURSA
JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)Perselisihan antara Palestina dan Israel telah berlangsung lebih dari tujuh dekade, menyebabkan penderitaan mendalam bagi rakyat Palestina yang mengalami kamp pengungsi, pembatasan hak asasi manusia, dan kekurangan kebutuhan dasar. Dalam konteks ini, boikot terhadap produk yang berafiliasi dengan Israel muncul sebagai bentuk protes moral dan politik, mencerminkan solidaritas global dan nilai-nilai sosial yang mendasari partisipasi individu dan kolektif dalam gerakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari boikot terhadap produk yang berafiliasi dengan Israel sebagai tindakan sosial simbolis, serta mengidentifikasi jenis tindakan sosial yang mendasarinya, yaitu tindakan instrumental, afektif, dan tradisional. Selain itu, penelitian ini juga memahami motivasi dan makna di balik partisipasi individu dan kolektif dalam gerakan boikot, menggunakan kerangka teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer. Data sekunder diperoleh dari artikel, jurnal, dan sumber internet yang relevan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner untuk memperoleh informasi langsung dari responden. Gabungan kedua jenis data ini memungkinkan pemahaman terhadap persepsi dan pengalaman responden terkait boikot terhadap produk yang mendukung Israel, dengan partisipasi sukarela dan anonim. Penelitian ini menemukan bahwa tindakan boikot mencerminkan jenis tindakan sosial Max Weber, didorong oleh simpati dan nilai-nilai kemanusiaan, serta dipengaruhi oleh media sosial dan dukungan tokoh publik. Responden menafsirkan boikot sebagai tindakan berdampak ekonomi dan pernyataan moral atas ketidakadilan, sebuah tindakan sosial yang mencerminkan nilai, emosi, dan rasionalitas dalam solidaritas dengan Palestina.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan boikot tidak hanya didasarkan pada motif ekonomi, tetapi juga merupakan ekspresi nilai-nilai moral, keyakinan agama, kepedulian kemanusiaan, dan respons emosional.Sebagian besar responden menyatakan bahwa keterlibatan mereka dalam boikot didorong oleh rasa simpati dan empati terhadap penderitaan rakyat Palestina.Media sosial juga memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran publik, sementara komunitas sosial dan agama memperkuat identitas kolektif dalam mendukung gerakan ini.Dalam teori tindakan sosial Max Weber, boikot dapat dilihat sebagai bentuk tindakan rasional yang berorientasi nilai (value-rational action), yaitu tindakan yang tidak hanya dilakukan untuk keuntungan pribadi, tetapi didorong oleh keyakinan bahwa tindakan tersebut secara moral benar dan mencerminkan nilai-nilai yang dipegang oleh individu.Dari perspektif teori tindakan sosial, boikot juga dapat dikategorikan sebagai tindakan afektif, yaitu tindakan yang didorong oleh emosi yang kuat seperti simpati dan kemarahan terhadap ketidakadilan.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa boikot adalah fenomena sosial yang kompleks, berfungsi sebagai tindakan simbolik perlawanan sekaligus sebagai sarana tekanan ekonomi terhadap pihak-pihak yang mendukung penindasan.Tindakan ini mencerminkan upaya sadar individu untuk menyesuaikan perilaku konsumsi mereka dengan nilai-nilai etis dan politik yang mereka yakini, dan diperkuat oleh tekanan sosial serta ikatan kelompok sebagai bentuk ekspresi sikap moral kolektif.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk melakukan studi komparatif tentang dampak boikot terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Israel di berbagai negara. Bagaimana boikot ini mempengaruhi perilaku konsumsi dan preferensi konsumen di negara-negara tersebut? Apakah ada perbedaan signifikan dalam tingkat keberhasilan boikot di negara-negara yang berbeda? Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran media sosial dalam menggerakkan dan memobilisasi partisipasi dalam boikot. Bagaimana narasi dan konten media sosial mempengaruhi persepsi dan tindakan individu terhadap boikot? Apakah ada strategi komunikasi tertentu yang lebih efektif dalam mendorong partisipasi dalam boikot? Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak boikot terhadap pertumbuhan produk lokal di negara-negara yang terlibat dalam boikot. Apakah boikot ini mendorong peningkatan konsumsi produk lokal dan bagaimana hal ini mempengaruhi perekonomian negara-negara tersebut?.
| File size | 283.42 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Pengadaan berkelanjutan kini menjadi aspek penting dalam mendorong praktik bisnis yang lebih etis, bertanggung jawab secara sosial, dan ramah lingkungan.Pengadaan berkelanjutan kini menjadi aspek penting dalam mendorong praktik bisnis yang lebih etis, bertanggung jawab secara sosial, dan ramah lingkungan.
PAPANDAPAPANDA Berdasarkan temuan tersebut, pembelajaran matematika perlu diarahkan pada penguatan konsep dasar aljabar dan pembiasaan latihan soal cerita yang menekankanBerdasarkan temuan tersebut, pembelajaran matematika perlu diarahkan pada penguatan konsep dasar aljabar dan pembiasaan latihan soal cerita yang menekankan
UnsilUnsil Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada empat nilai utama. tanggung jawab (85%), kerjasama (82%), sportivitas (78%), dan integritas (71%). LimaPenelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada empat nilai utama. tanggung jawab (85%), kerjasama (82%), sportivitas (78%), dan integritas (71%). Lima
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Artikel ini membahas perspektif amanat budaya terhadap penggunaan teknologi dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dalam menghadapi era digital,Artikel ini membahas perspektif amanat budaya terhadap penggunaan teknologi dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dalam menghadapi era digital,
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Masalah seperti perselingkuhan, perilaku seksual menyimpang, dan tindakan amoral pemimpin gereja masih kerap terjadi. Melalui pendekatan kualitatif berbasisMasalah seperti perselingkuhan, perilaku seksual menyimpang, dan tindakan amoral pemimpin gereja masih kerap terjadi. Melalui pendekatan kualitatif berbasis
IAI TABAHIAI TABAH Pendidikan tinggi merupakan aktualisasi fitrah manusia dalam perspektif Islam, yang tidak hanya menjadi alat teknis untuk pekerjaan tetapi juga membentukPendidikan tinggi merupakan aktualisasi fitrah manusia dalam perspektif Islam, yang tidak hanya menjadi alat teknis untuk pekerjaan tetapi juga membentuk
MANDALANURSAMANDALANURSA Lokasi penelitian berada di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa jam kerja memiliki pengaruhLokasi penelitian berada di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa jam kerja memiliki pengaruh
ARIMSIARIMSI Jadi dapat disimpulkan bahawa e-modul etnomatematika berbasis model pembelajaran inqury adalah bahan ajar yang didalam nya terdapat unsur budaya dan padaJadi dapat disimpulkan bahawa e-modul etnomatematika berbasis model pembelajaran inqury adalah bahan ajar yang didalam nya terdapat unsur budaya dan pada
Useful /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Penelitian ini menganalisis perbandingan implementasi kebijakan pembangunan jalan di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dengan mengacuPenelitian ini menganalisis perbandingan implementasi kebijakan pembangunan jalan di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dengan mengacu
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Setelah edukasi, seluruh siswi (100 %) menunjukkan tingkat kesiapan. Analisis statistik menghasilkan nilai p = 0,000, yang menunjukkan perbedaanSetelah edukasi, seluruh siswi (100 %) menunjukkan tingkat kesiapan. Analisis statistik menghasilkan nilai p = 0,000, yang menunjukkan perbedaan
UIBUUIBU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat larva nyamuk dan status resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida malathion di Jember.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat larva nyamuk dan status resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida malathion di Jember.
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Di tengah arus sekularisasi, relativisme moral, dan fragmentasi komunitas iman, umat Kristen kerap kehilangan orientasi akan jati diri rohaninya. MelaluiDi tengah arus sekularisasi, relativisme moral, dan fragmentasi komunitas iman, umat Kristen kerap kehilangan orientasi akan jati diri rohaninya. Melalui