UMIUMI

Jurnal Teologi AnugerahJurnal Teologi Anugerah

Kehadiran Gereja dalam politik, tidak sekadar ikut serta menjadi penggembira atau penonton melainkan sebagai pemeran yang berkewajiban memberikan penilaian normatif. Penilaian yang dimaksud adalah penilaian terhadap Negara, apakah penyelenggaraan Negara dilaksanakan sesuai dengan norma‑norma kebaikan dan kebenaran, contohnya: apakah hak‑hak azasi manusia dihargai, apakah keadilan ditegakkan, apakah hak‑hak rakyat diperjuangkan. Hal ini merupakan tuntutan untuk membangun masyarakat egaliter. Allah selalu berpihak pada rakyat lemah dan selalu menjadi korban. “Vox Populi, Vox Dei (suara rakyat adalah suara Tuhan). Gereja diutus Tuhan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran serta kebaikan Allah dalam dunia, khususnya lapangan politik. Gereja tidak boleh membiarkan kekuasaan duniawi berkembang ke arah yang cenderung destruktif. Oleh karena itu gereja dipanggil untuk menegakkan harkat dan martabat manusia dalam konteks pengelolaan kehidupan bersama melalui kehidupan berbangsa dan bernegara secara egaliter. Gereja melalui pimpinan gereja tidak tinggal diam menyikapi permasalahan dalam berbangsa dan bernegara, secara khusus yang menyangkut kemanusiaan; gereja ikut serta dalam mengungkapkan landasan moral bagi kehidupan bernegara. Partisipasi gereja dalam politik untuk mewujudkan kepedulian, concern, dan komitmen untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Tulisan ini memberikan pencerahan tentang panggilan gereja untuk membangun masyarakat egaliter dalam memelihara keutuhan NKRI, tidak hanya berpangku tangan melainkan terlibat menyuarakan kebenaran dan keadilan demi kesejahteraan bersama, serta menegakkan nilai‑nilai Pancasila dalam terang Kristiani secara aktif dan kreatif.

Gereja di Indonesia memberikan landasan moral, mental, etik, dan spiritual bagi pembangunan nasional melalui pengamalan Pancasila, sehingga menjadi agen damai dan sejahtera bagi masyarakat tanpa berdiam diri.Tugas utama gereja—bersaksi, bersekutu, dan melayani—diwujudkan dalam konteks Indonesia, berpartisipasi memberi solusi sosial, melawan diskriminasi, dan membangun masyarakat egaliter.Gereja hadir sebagai pembebas bagi yang lemah dan miskin, menyuarakan kenabian melawan ketidakadilan, sehingga kaum lemah dapat merasakan damai, keadilan, dan kesejahteraan melalui pelayanan gereja serta dukungan terhadap pemimpin yang egaliter.

Penelitian kualitatif yang mengkaji bagaimana gereja‑gereja di provinsi‑provinsi tertentu melaksanakan peran tritugasnya dalam konteks politik lokal dapat mengungkap faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat kontribusi mereka terhadap pembangunan egaliter; studi komparatif antara gereja di Indonesia dan gereja di negara sekuler lainnya dapat menilai efektivitas model partisipasi politik gereja dalam memajukan nilai‑nilai Pancasila serta memberikan wawasan tentang adaptasi konteks budaya; survei kuantitatif mengenai persepsi umat Kristen terhadap peran gereja dalam menegakkan keadilan sosial dan melawan diskriminasi dapat menyediakan data empiris untuk merumuskan strategi komunikasi yang lebih tepat, sehingga gereja dapat meningkatkan dampak sosialnya secara terukur.

Read online
File size664.42 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test