STISIPWIDYAPURI SMISTISIPWIDYAPURI SMI

Mimbar Administrasi MandiriMimbar Administrasi Mandiri

Budaya organisasi memiliki peran penting dalam membentuk perilaku kerja pegawai, khususnya dalam lingkungan birokrasi sektor publik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman mendalam tentang bagaimana nilai, norma, dan kebiasaan yang berkembang dalam organisasi pemerintahan tingkat kecamatan memengaruhi produktivitas dan efektivitas kerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menganalisis dinamika pola perilaku kerja dalam konteks budaya organisasi di Kantor Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan informan kunci berupa pejabat struktural, staf pelayanan, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil menunjukkan bahwa budaya organisasi di kantor tersebut didominasi oleh nilai loyalitas, kepatuhan, dan solidaritas antarpegawai, dengan pola perilaku kerja yang hierarkis namun juga mengandung praktik informal seperti gotong royong. Faktor kepemimpinan, komunikasi internal, dan loyalitas institusional menjadi elemen budaya paling berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Rekomendasi menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang lebih partisipatif, adaptif, dan berbasis kinerja untuk meningkatkan responsivitas birokrasi terhadap dinamika masyarakat perkotaan.

Penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di Kantor Kecamatan Biringkanaya secara signifikan memengaruhi pola perilaku kerja pegawai, dimana nilai loyalitas, disiplin, dan hierarki berinteraksi dengan praktik informal seperti gotong royong.Faktor kepemimpinan, komunikasi internal, serta loyalitas institusional teridentifikasi sebagai unsur budaya yang paling berpengaruh terhadap produktivitas dan efektivitas kerja.Oleh karena itu, disarankan agar kantor mengembangkan budaya organisasi yang lebih partisipatif dan adaptif, menyelaraskan aturan formal dengan praktik aktual, serta memperkuat peran pimpinan dalam mendorong inovasi dan sistem penghargaan berbasis kinerja.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan teknologi digital memodifikasi hubungan antara budaya organisasi dan perilaku kerja pegawai di kantor kecamatan di berbagai wilayah, dengan pertanyaan riset: Bagaimana teknologi e‑government memengaruhi dinamika budaya dan perilaku kerja? Selain itu, penting untuk meneliti perbandingan efek gaya kepemimpinan transformasional versus transaksional dalam meningkatkan budaya kerja partisipatif dan inovatif di tingkat kecamatan, misalnya: Apakah gaya kepemimpinan transformasional menghasilkan budaya yang lebih inovatif dibandingkan kepemimpinan transaksional? Selanjutnya, sebuah studi longitudinal campuran metode dapat mengkaji dampak intervensi pelatihan kolaboratif dan sistem penghargaan berbasis kinerja terhadap evolusi budaya organisasi dan produktivitas pegawai selama dua tahun, dengan pertanyaan: Bagaimana intervensi tersebut mengubah norma budaya dan produktivitas dalam jangka panjang?.

Read online
File size174.27 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test