STTNISTTNI
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGISANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGIArtikel ini mengkaji pemaknaan penderitaan perspektif Viktor Frankl dan kisah Ayub. Tujuannya memperluas cara pandang akan makna serta respons terhadap penderitaan melalui dua perspektif—teologis dan psikoterapis. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan komparatif untuk mengkaji serta mengkomparasikan data. Data penelitian menggunakan sumber primer dan sekunder, baik karya Frankl maupun sumber lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan antara pandangan Viktor Frankl dan teologi Ayub dalam memaknai serta meresponi penderitaan. Frankl bertolak dari cara pandang eksistensialisme dengan memandang penderitaan sebagai “demikianlah hidup serta menekankan respons logotherapy (the will to meaning) untuk secara positif mendorong konseli dalam menghadapi penderitaannya. Orientasi Frankl berfokus pada kekuatan jiwa atau “spiritualitas makna (psikologi/psikoterapi). Sementara Ayub memaknai penderitaan sebagai bagian dari kehidupan yang merupakan pemberian Allah meskipun buruk (Ayb. 2:10). Ayub meresponi penderitaan dengan prinsip faith-therapy (the will to faith) yang berorientasi pada refleksi iman kepada kehendak dan rencana Allah (teologis). Meski berbeda, kedua perspektif ini bersifat komplementer dan dapat diterapkan sebagai refleksi pastoral bercirikan teologi-psikoterapis dalam usaha memaknai dan meresponi penderitaan.
Frankl dan Ayub memandang penderitaan sebagai realitas tak terpisahkan dari eksistensi manusia.Frankl menginterpretasi penderitaan dengan perspektif eksistensialisme dan logoterapi, sementara Ayub melalui teologi transendensi dan iman.Kedua pendekatan bersifat komplementer, memungkinkan sinergi teologi-psikoterapi dalam mendalami makna serta respons terhadap penderitaan.
Penelitian lanjutan disarankan untuk membandingkan perspektif Viktor Frankl dan narasi kitab Ayub dengan paradigma filosofis lain seperti fenomenologi atau realisme. Selain itu, perlu mengembangkan model pastoral praktis yang mengintegrasikan prinsip logoterapi dan faith-therapy untuk komunitas penderita dengan latar belakang teologis berbeda. Studi lanjut juga dapat mengeksplorasi pengaruh konteks budaya terhadap implikasi makna penderitaan dalam kedua perspektif ini, terutama di wilayah Asia dan Afrika.
| File size | 456.65 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
ARIPAFIARIPAFI Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa PAK memiliki potensi strategis untuk menjadi ruang pembentukan ketahanan moral digital yang berakar pada penghargaanImplikasi penelitian ini menegaskan bahwa PAK memiliki potensi strategis untuk menjadi ruang pembentukan ketahanan moral digital yang berakar pada penghargaan
ARIPAFIARIPAFI Gereja memiliki peran strategis dan signifikan dalam merespons konflik sosial di Yahukimo sebagai institusi iman sekaligus aktor sosial yang memiliki legitimasiGereja memiliki peran strategis dan signifikan dalam merespons konflik sosial di Yahukimo sebagai institusi iman sekaligus aktor sosial yang memiliki legitimasi
STFTKIJNESTFTKIJNE Penelitian ini menekankan pentingnya teologi pastoral yang berpihak pada mereka yang tersisih, serta peran gereja sebagai agen rekonsiliasi dan pengharapanPenelitian ini menekankan pentingnya teologi pastoral yang berpihak pada mereka yang tersisih, serta peran gereja sebagai agen rekonsiliasi dan pengharapan
STFTKIJNESTFTKIJNE Diakonia transformatif merupakan panggilan penting bagi gereja masa kini untuk menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan budaya melalui pelayanan yang partisipatifDiakonia transformatif merupakan panggilan penting bagi gereja masa kini untuk menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan budaya melalui pelayanan yang partisipatif
UKIMUKIM Pendekatan yang berlandaskan teologis dan berakar budaya ini memberdayakan gereja untuk menjadi agen keadilan, martabat, dan pembangunan berkelanjutan.Pendekatan yang berlandaskan teologis dan berakar budaya ini memberdayakan gereja untuk menjadi agen keadilan, martabat, dan pembangunan berkelanjutan.
MANDALANURSAMANDALANURSA Kecenderungan gereja untuk terlepas dari budaya lokal telah menghambat proses inkulturasi. Oleh karena itu, merevitalisasi budaya lokal melalui pendekatanKecenderungan gereja untuk terlepas dari budaya lokal telah menghambat proses inkulturasi. Oleh karena itu, merevitalisasi budaya lokal melalui pendekatan
OJSOJS Dengan demikian penulis memiliki tujuan yaitu: Memberikan pandangan kepada pemuda/pemudi Kristen tentang makna ibadah, Agar pemuda-pemudi meningkatkanDengan demikian penulis memiliki tujuan yaitu: Memberikan pandangan kepada pemuda/pemudi Kristen tentang makna ibadah, Agar pemuda-pemudi meningkatkan
ST3BST3B Ketiga, mengembangkan budaya inklusifisme sebagai budaya bangsa Indonesia melalui tindakan-tindakan persatuan, seperti kegiatan bersama masyarakat, komunikasiKetiga, mengembangkan budaya inklusifisme sebagai budaya bangsa Indonesia melalui tindakan-tindakan persatuan, seperti kegiatan bersama masyarakat, komunikasi
Useful /
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penurunan muka tanah dan banjir rob, mengidentifikasi dampaknya, dan menganalisis bentuk adaptasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penurunan muka tanah dan banjir rob, mengidentifikasi dampaknya, dan menganalisis bentuk adaptasi
OJSOJS Hal ini disebabkan perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu penelitian yang memengaruhi hasil.meskipun model GI berlandaskan konstruktivisme, penerapannyaHal ini disebabkan perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu penelitian yang memengaruhi hasil.meskipun model GI berlandaskan konstruktivisme, penerapannya
OJSOJS Namun disisi lain, peran dari seorang ibu sangat mendukung pendidikan dan moral anaknya supaya terjamin pendidikan dan ilmu keagamaan yang dapat dikembangkanNamun disisi lain, peran dari seorang ibu sangat mendukung pendidikan dan moral anaknya supaya terjamin pendidikan dan ilmu keagamaan yang dapat dikembangkan
ST3BST3B Yesus menyambut anak-anak itu dengan sukacita dan memberkati mereka. Selama masa pendidikan Kristen bagi anak-anak Sekolah Minggu, ada anak-anak yang denganYesus menyambut anak-anak itu dengan sukacita dan memberkati mereka. Selama masa pendidikan Kristen bagi anak-anak Sekolah Minggu, ada anak-anak yang dengan