DINASTIREVDINASTIREV

Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik

Studi ini menganalisis formulasi hukum pidana dan perlindungan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang melalui dunia maya (TPPO) yang berdampak pada buruh migran Indonesia nonprosedural di Myanmar. Terjadinya TPPO dunia maya menimbulkan ancaman yang signifikan bagi buruh migran Indonesia, khususnya mereka yang melakukan perjalanan melalui rute nonprosedural ke Myanmar. Modus operandi pelaku TIP telah berkembang dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk perekrutan, pemindahan, dan eksploitasi korban. Penelitian ini menggunakan metodologi hukum normatif yang memanfaatkan pendekatan perundang-undangan dan yurisprudensi. Temuan studi ini mengungkapkan bahwa hukum pidana Indonesia yang berkaitan dengan TPPO dunia maya menunjukkan kekurangan dalam pengaturan lintas batas, khususnya dalam menangani kejahatan terorganisasi transnasional. Perlindungan hukum terhadap korban TPPO siber pada pekerja migran non prosedural menghadapi tantangan signifikan dalam hal yurisdiksi, pembuktian, dan kerja sama internasional. Penelitian ini merekomendasikan penguatan instrumen hukum pidana, optimalisasi diplomasi hukum, dan peningkatan kerja sama internasional untuk menanggulangi TPPO siber serta memberikan perlindungan yang efektif bagi pekerja migran Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi hukum pidana Indonesia dalam mengatur TPPO berbasis siber terhadap pekerja migran non prosedural di Myanmar masih memiliki kesenjangan regulasi yang signifikan.Upaya perlindungan hukum dan penegakan hukum terhadap korban TPPO berbasis siber belum berjalan optimal karena terkendala berbagai faktor struktural dan teknis.Diperlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan aspek pencegahan, penindakan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial untuk meningkatkan efektivitas perlindungan hukum dan penegakan hukum terhadap korban TPPO berbasis siber.

Berdasarkan analisis, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sistem verifikasi digital terpadu untuk memvalidasi tawaran kerja luar negeri, penerapan asas perbarengan dalam penuntutan pelaku TPPO berbasis siber, dan penguatan kerja sama internasional, khususnya dengan negara-negara ASEAN, untuk penanganan kasus TPPO lintas negara. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak psikologis dan sosial terhadap korban TPPO berbasis siber, serta pengembangan program rehabilitasi yang spesifik untuk menangani trauma yang dialami korban. Integrasi teknologi dalam sistem peringatan dini dan identifikasi korban TPPO berbasis siber juga menjadi area penelitian yang menjanjikan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan kasus TPPO di masa depan.

  1. AKOMODASI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM ASPEK HUKUM INTERNASIONAL DAN NASIONAL... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jphi/article/view/7209AKOMODASI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM ASPEK HUKUM INTERNASIONAL DAN NASIONAL ejournal2 undip ac index php jphi article view 7209
  2. HARMONISASI UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN... ojs.unr.ac.id/index.php/yustitia/article/view/895HARMONISASI UNDANG UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN ojs unr ac index php yustitia article view 895
  3. KEBIJAKAN KRIMINAL TERHADAP PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG | Mizan: Jurnal Ilmu Hukum. kebijakan... ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/Mizan/article/view/1049KEBIJAKAN KRIMINAL TERHADAP PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Mizan Jurnal Ilmu Hukum kebijakan ejournal uniska kediri ac index php Mizan article view 1049
Read online
File size358.06 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test