FTKJOURNAL UINMATARAMFTKJOURNAL UINMATARAM

El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBAEl-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA

Penilaian diagnostik memainkan peran penting dalam penerapan sukses Kurikulum Merdeka, karena menyediakan fondasi untuk pembelajaran adaptif, responsif, dan diferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang peran penilaian diagnostik dalam mengidentifikasi kesiapan siswa, kebutuhan belajar, kekuatan, kelemahan, serta kondisi sosial-emosional mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan penelitian pustaka sebagai metode utama, penelitian ini menganalisis berbagai sumber, termasuk modul resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jurnal ilmiah, buku referensi, dan studi sebelumnya yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa penilaian diagnostik, yang diklasifikasikan menjadi jenis kognitif dan non-kognitif, memungkinkan guru merancang strategi instruksional yang efektif, menerapkan program remedial dan pengayaan, serta mendorong kolaborasi di antara pendidik. Meskipun memiliki keunggulan, penilaian diagnostik juga menimbulkan tantangan seperti potensi salah tafsir, keterbatasan waktu, dan kebutuhan pelatihan guru yang memadai. Secara keseluruhan, penilaian diagnostik tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengukur kesiapan siswa, tetapi juga sebagai konstruksi teoritis yang menjembatani tujuan kurikulum dengan keragaman pembelajar, sehingga memperkuat fondasi pendidikan diferensiasi dan holistik dalam Kurikulum Merdeka.

Penilaian diagnostik merupakan bagian penting dalam penerapan Kurikulum Merdeka karena berfungsi untuk mengidentifikasi kemampuan awal, kebutuhan belajar, dan kondisi psikologis serta sosial siswa.Dengan dua pendekatan, yaitu kognitif dan non-kognitif, penilaian ini memungkinkan guru memahami karakteristik siswa secara menyeluruh.Hasil penilaian menjadi dasar untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai, termasuk remedial atau pengayaan.Penerapan penilaian diagnostik membantu guru menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna.Selain itu, penilaian ini mendukung pembelajaran diferensiasi yang berfokus pada potensi dan perkembangan individu siswa.Dengan demikian, penilaian diagnostik tidak hanya berperan dalam mengukur kesiapan siswa, tetapi juga menjadi alat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi implementasi penilaian diagnostik dalam berbagai konteks pembelajaran, seperti di sekolah dasar, menengah, atau pendidikan tinggi. Studi ini dapat membantu memahami tantangan dan peluang yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan penilaian diagnostik secara efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian diagnostik yang lebih terstandar dan valid, sehingga hasilnya dapat lebih akurat dan dapat diandalkan. Ketiga, penting untuk menyelidiki dampak penilaian diagnostik terhadap motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan memahami bagaimana penilaian diagnostik mempengaruhi persepsi dan perilaku siswa, kita dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan menarik.

  1. Analisa Pengetahuan Guru PAUD Dalam Penyusunan Instrumen Asesmen Diagnostik di PAUD | Jurnal Generasi... Doi.Org/10.47709/Geci.V1i2.3306Analisa Pengetahuan Guru PAUD Dalam Penyusunan Instrumen Asesmen Diagnostik di PAUD Jurnal Generasi Doi Org 10 47709 Geci V1i2 3306
Read online
File size379.26 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test