IDEBAHASAIDEBAHASA

IdeBahasaIdeBahasa

Praktik eksorsisme yang sering digunakan sebagai tema dalam film horor menarik untuk dikaji guna memahami konsepnya secara tepat. Studi ini diharapkan menjadi referensi tambahan untuk penelitian di bidang kemanusiaan dan meningkatkan pemahaman tentang eksorsisme dari perspektif berbeda. Diskusi fokus pada konstruksi makna eksorsisme melalui film horor Indonesia Kuasa Gelap (2024). Analisis menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk menginterpretasi representasi eksorsisme dalam film. Hasil menunjukkan konsep eksorsisme mencerminkan ketidakbersediaan menerima kehilangan anggota keluarga, tekad kuat untuk niat baik, dan ketulusan dalam berdoa.

Studi konsep eksorsisme dalam film Kuasa Gelap (2024) mengungkapkan tiga hal utama.Pertama, eksorsisme tidak selalu terkait unsur mistis atau dukun.Kedua, representasi eksorsisme mencerminkan kondisi psikologis dan moral manusia.Ketiga, eksorsisme dalam film melambangkan ketidakmampuan menerima kematian, tekad melawan kejahatan dengan niat baik, dan ketulusan berdoa untuk memohon pertolongan.

Penelitian lanjutan dapat membandingkan konstruksi makna eksorsisme dalam film horor berbeda kultural, misalnya mengeksplorasi perbandingan antara eksorsisme Katolik (Kuasa Gelap) dengan eksorsisme Islam dalam film lokal. Selain itu, penelitian bisa mempelajari dampak psikologis film eksorsisme pada penonton, terutama terhadap persepsi kehidupan rohaniah. Arah lain termasuk analisis peran doa dan tekad dalam konteks budaya non-Barat, serta studi lebih dalam tentang hubungan antara eksorsisme sebagai ritual dan tantangan modernisasi dalam masyarakat.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/rel0000234APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 rel0000234
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/xlm0000948APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 xlm0000948
Read online
File size347.92 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test