LITERASISAINSLITERASISAINS

ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan TeknologiABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi

HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global di negara maju maupun berkembang. Peningkatan kasus HIV/AIDS pada remaja menunjukkan bahwa kelompok usia ini memiliki risiko tinggi terhadap penularan akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial selama masa perkembangan. Pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS sangat penting untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit ini di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pelajar tentang HIV/AIDS di SMP Negeri 4 Seram Barat tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 65 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, dan analisis dilakukan secara bivariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11 responden (16,9%) memiliki pengetahuan baik, 42 responden (64,6%) memiliki pengetahuan cukup, dan 12 responden (18,5%) memiliki pengetahuan kurang. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai HIV/AIDS, namun perlu peningkatan edukasi kesehatan agar pemahaman mereka tentang pencegahan dan penularan penyakit lebih komprehensif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMP Negeri 4 Seram Barat memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai HIV/AIDS.Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah siswa yang memiliki pengetahuan kurang, menunjukkan adanya kesenjangan informasi dan pemahaman.Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan mengurangi stigma terhadap ODHA.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar sekolah meningkatkan kegiatan edukasi HIV/AIDS secara terencana dan berkelanjutan. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan siswa, seperti pengaruh media sosial dan peran keluarga. Selain itu, perlu dikembangkan program intervensi yang lebih inovatif dan partisipatif, seperti pelatihan sebaya atau penggunaan media digital interaktif, untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang HIV/AIDS dan mengurangi stigma terhadap ODHA. Penelitian lebih lanjut juga dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas program edukasi yang telah diterapkan, serta identifikasi kebutuhan spesifik siswa dalam memperoleh informasi yang akurat dan relevan mengenai HIV/AIDS.

  1. GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI HIV/AIDS SETELAH MENGIKUTI PROGRAM HEBAT DI SMP NEGERI KOTA BANDUNG... jurnal.unpad.ac.id/jsk_ikm/article/view/16984GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI HIV AIDS SETELAH MENGIKUTI PROGRAM HEBAT DI SMP NEGERI KOTA BANDUNG jurnal unpad ac jsk ikm article view 16984
  2. WORKSHOP PERAN REMAJA DALAM PENANGGULANGAN HIV AIDS MENUJU ELIMINASI 2030 | Jurnal Bakti untuk Negeri.... doi.org/10.36387/jbn.v3i2.1607WORKSHOP PERAN REMAJA DALAM PENANGGULANGAN HIV AIDS MENUJU ELIMINASI 2030 Jurnal Bakti untuk Negeri doi 10 36387 jbn v3i2 1607
  3. The knowledge mapping of HIV/AIDS in Indonesians living on six major islands using the Indonesian version... doi.org/10.1371/journal.pone.0293876The knowledge mapping of HIV AIDS in Indonesians living on six major islands using the Indonesian version doi 10 1371 journal pone 0293876
  1. #pengetahuan remaja#pengetahuan remaja
  2. #siswa smp#siswa smp
Read online
File size324.84 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3p4
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test