UPI YAIUPI YAI

IKRAITH-EKONOMIKAIKRAITH-EKONOMIKA

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan kesejahteraan guru dalam mewujudkan pendidikan berkualitas sebagaimana direpresentasikan dalam film Guru-Guru Gokil (2020). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis naratif terhadap film dan kondisi sosial nyata guru di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru, terutama guru honorer, menghadapi kesejahteraan yang rendah dengan gaji minim dan beban kerja tinggi, yang berdampak pada motivasi dan kualitas pengajaran. Film ini mengangkat solidaritas dan dedikasi guru yang tetap tinggi meskipun menghadapi kesulitan ekonomi serta perubahan pandangan negatif terhadap profesi guru menjadi penghargaan atas pengabdiannya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesejahteraan guru sebagai faktor utama dalam pencapaian pendidikan berkualitas yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs 4. Implikasi temuan ini mendorong pemerintah dan pemangku kebijakan untuk memperhatikan kesejahteraan guru secara serius demi masa depan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Kesejahteraan guru di Indonesia masih menjadi persoalan serius dengan berbagai tantangan yang dihadapi.Gaji yang rendah, terutama bagi guru honorer yang sering menerima upah jauh di bawah standar kebutuhan hidup, menjadi salah satu penyebab utama rendahnya kesejahteraan ini.Selain itu, beban kerja yang tinggi dan kurangnya akses kepada pelatihan serta fasilitas pendukung semakin memperburuk kondisi guru.Solusi seperti tunjangan, peningkatan gaji, serta perlindungan hukum, sangat diperlukan untuk memperbaiki kesejahteraan guru sehingga tercipta pendidikan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Berdasarkan analisis terhadap penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi secara mendalam dampak kesejahteraan guru terhadap kualitas pembelajaran di berbagai daerah di Indonesia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual seperti kondisi sosial-ekonomi masyarakat dan ketersediaan sumber daya pendidikan. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris hubungan antara kesejahteraan guru (gaji, fasilitas, dukungan psikologis) dengan hasil belajar siswa, sehingga dapat memberikan bukti yang lebih kuat untuk mendukung kebijakan peningkatan kesejahteraan guru. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi yang efektif yang dapat diterapkan oleh sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru, dengan melibatkan partisipasi aktif dari guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan menggabungkan hasil dari penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia, serta merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan pendidikan berkualitas.

  1. Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 | IKRAITH-EKONOMIKA. vol ikraith ekonomika... journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-EKONOMIKA/issue/view/244Vol 9 No 2 2026 IKRAITH EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 IKRAITH EKONOMIKA vol ikraith ekonomika journals upi yai ac index php IKRAITH EKONOMIKA issue view 244
  1. #pengembangan pendidikan#pengembangan pendidikan
  2. #dukungan organisasi#dukungan organisasi
Read online
File size1.04 MB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3o6
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test