UPI YAIUPI YAI

IKRAITH-EKONOMIKAIKRAITH-EKONOMIKA

Kepemimpinan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas organisasi selama krisis penuh ketidakpastian, di mana pemimpin emergen sering muncul melalui pengakuan sosial daripada otoritas formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kepemimpinan emergen tokoh Thomas dalam film Maze Runner (2014), dengan fokus pada legitimasi melalui tindakan nyata, prinsip adaptif, kecerdasan emosional, dan pengelolaan konflik di situasi krisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui observasi berulang terhadap enam adegan kunci film dan studi pustaka literatur relevan. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan emergen Thomas terwujud dalam keberanian, pengambilan inisiatif penyelamatan, pengakuan dari kelompok, pengendalian emosi tim, strategi adaptif, serta kepemimpinan pelarian dari Maze. Legitimasi ini didasarkan pada kontribusi nyata terhadap keselamatan dan solidaritas tim. Temuan ini memperkuat teori kepemimpinan emergen dengan penekanan pada kecerdasan emosional dalam krisis. Penelitian ini memberikan relevansi praktis bagi pengembangan kepemimpinan partisipatif yang selaras dengan Tujuan 16 SDGs, khususnya keadilan, perdamaian, dan institusi tangguh.

Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan emergen Thomas dalam Maze Runner muncul melalui inisiatif, keberanian, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi situasi krisis.Adegan kunci menunjukkan tokoh Thomas mendapat legitimasi dari kelompok bukan karena otoritas formal, tetapi melalui tindakan nyata seperti menyelamatkan anggota, mengelola konflik, serta memimpin tim.Temuan ini menegaskan bahwa pemimpin dapat lahir secara spontan ketika mampu memberi arah, dan menjaga solidaritas di tengah ketidakpastian.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana faktor kepribadian individu, seperti tingkat empati dan resiliensi, memengaruhi kemampuan seseorang untuk menjadi pemimpin emergen dalam situasi krisis. Hal ini penting untuk memahami apakah ada karakteristik personal tertentu yang memprediksi keberhasilan kepemimpinan emergen. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif antara kepemimpinan emergen dalam konteks fiksi (seperti film Maze Runner) dengan kepemimpinan emergen dalam organisasi nyata. Perbandingan ini dapat memberikan wawasan tentang sejauh mana prinsip-prinsip kepemimpinan emergen yang digambarkan dalam fiksi dapat diterapkan dalam dunia nyata. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana teknologi dan media sosial memengaruhi dinamika kepemimpinan emergen, terutama dalam konteks krisis modern. Dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi yang pesat, penting untuk memahami bagaimana pemimpin emergen dapat memanfaatkan platform digital untuk membangun kepercayaan, mengelola informasi, dan memobilisasi dukungan di tengah ketidakpastian. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang kepemimpinan emergen, serta membantu organisasi dan individu mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

  1. #pengembangan pendidikan#pengembangan pendidikan
  2. #dukungan organisasi#dukungan organisasi
Read online
File size1.05 MB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3o0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test