UBHARAUBHARA

INTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi)INTELEKTUAL (Jurnal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi)

Beberapa pengguna Tiktok memanfaatkan aplikasi dengan kreatifitasnya masing-masing untuk membranding dirinya pada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Walikota Surabaya Cak Armuji dalam tiktoknya @cakj1, beliau membranding dirinya melalui konten-konten yang diunggahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis konten dalam media sosial Tiktok @cakj1 untuk menentukan strategi Personal Branding seorang Armuji pada warga Surabaya.. . Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis konten dengan pendekatan teori Peter Montoya 2002 yang menjelaskan bahwa terdapat delapan konsep Personal Branding yaitu, Spesialisasi, Kepemimpinan, Kepribadian, Perbedaan, Terlihat, Kesatuan, Keteguhan, dan Nama Baik melalui observasi konten-konten yang diunggah dalam Tiktok @cakj1 dan penelitian terdahulu serta menggunakan studi dokumentasi berupa screeenshoot konten media sosial Tiktok @cakj1 sebagai pelengkap penelitian ini. Beberapa contoh kontennya ialah konten, “Mediasi Konflik dan konten “Sidak yang banyak menarik perhatian dari warga Surabaya.. . Melalui analisis tersebut menemukan bahwa Cak Armuji berupaya menunjukan Personal Branding sebagai seorang Wakil Walikota Surabaya yang berani memimpin dengan adil, dengan berusaha menanggapi setiap aspirasi warga Surabaya dengan cepat dan membela keadilan serta menjadi penolong bagi rakyat kecil.

Berdasarkan analisis penulis, dapat disimpulkan bahwa strategi personal branding yang ingin ditampilkan oleh Cak Armuji melalui media sosial Tiktoknya adalah sebagai seorang Wakil Walikota Surabaya yang berani memimpin dengan adil, dengan cara menanggapi setiap aspirasi warga Surabaya dengan cepat dan membela keadilan serta menjadi penolong bagi rakyat kecil.Cak Armuji telah mengaplikasikan delapan konsep Peter Montoya yakni spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik.Cak Armuji menunjukkan dirinya dalam akun Tiktoknya @cakj1 sebagai Pemerintah yang siap sedia membantu setiap kebutuhan dengan mengedepankan ruang dengar bagi warga Surabaya untuk memudahkan setiap keluhan serta aspirasi warga Surabaya.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada analisis mendalam mengenai dampak konten-konten Cak Armuji di Tiktok terhadap partisipasi politik warga Surabaya, khususnya dalam pemilihan umum. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan strategi personal branding yang digunakan oleh Cak Armuji dengan kepala daerah lain yang aktif di media sosial untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan perbedaan pendekatan. Terakhir, penelitian kualitatif yang lebih mendalam dapat dilakukan dengan mewawancarai warga Surabaya untuk memahami persepsi mereka terhadap personal branding Cak Armuji dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kepercayaan serta dukungan mereka terhadap kepemimpinan beliau. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai efektivitas personal branding dalam konteks politik lokal dan dampaknya terhadap dinamika sosial serta partisipasi masyarakat.

  1. Strategi Personal Branding Walikota Surabaya Cak Armuji Pada Akun Tiktok @Cakj1 | INTELEKTUAL (Jurnal... doi.org/10.55499/intelektual.v12i01.1545Strategi Personal Branding Walikota Surabaya Cak Armuji Pada Akun Tiktok Cakj1 INTELEKTUAL Jurnal doi 10 55499 intelektual v12i01 1545
  1. #implementasi program#implementasi program
  2. #administrasi publik#administrasi publik
Read online
File size219.57 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-3hQ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test