KALBISKALBIS

KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan KomunikasiKALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi

Mahasiswa yang berasal dari luar Jakarta merantau ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di universitas tidak dapat menghindari pengalaman dan budaya baru yang sangat berbeda dengan budaya tempat asalnya. Mereka akan mengalami cultural shock. Dimana kondisi ini menimbulkan rasa kuatir, cemas, penuh tekanan dan permusuhan akan keadaan sosial di lingkungan pendidikan tinggi atau kampus. Untuk itu perlu komunikasi antar budaya dalam beradaptasi dalam lingkungan pendidikan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif agar dapat menggambarkan bentuk cultural shock yang dihadapi mahasiswa perantau tersebut dan bentuk komunikasi antar budaya mahasiswa dalam beradaptasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa dalam beradaptasi terhadap cultural shock mereka melewati beberapa tahapan yaitu optimistik, kultural, recovery, dan penyesuaian.

Penelitian ini menggambarkan bentuk culture shock yang dialami mahasiswa perantau dalam proses komunikasi antar budaya saat beradaptasi di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya di Kalbis Institute Jakarta, serta mengidentifikasi empat fase adaptasi yaitu fase optimistik, kultural, recovery, dan penyesuaian.Hasil temuan menunjukkan bahwa respon individu terhadap culture shock sangat bervariasi.ketidakmampuan beradaptasi dapat menimbulkan tekanan mental, menurunkan motivasi belajar, dan mengancam prestasi akademik, sedangkan adaptasi yang efektif meningkatkan rasa nyaman, membangun hubungan bermakna, dan memperkuat penghargaan terhadap budaya baru.Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan tinggi untuk menyediakan strategi komunikasi antar budaya yang mendukung proses adaptasi mahasiswa perantau demi mengurangi dampak negatif culture shock.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara longitudinal bagaimana proses adaptasi budaya mahasiswa perantau berubah selama masa studi, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan adaptasi pada tiap tahap. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran media digital dan platform komunikasi daring dalam memfasilitasi atau menghambat interaksi antar budaya mahasiswa, khususnya dalam konteks pembelajaran daring pasca‑pandemi. Terakhir, studi komparatif antara mahasiswa perantau laki‑laki dan perempuan dapat mengungkap perbedaan strategi coping serta kebutuhan dukungan emosional yang spesifik, memberikan dasar bagi kebijakan institusi yang lebih sensitif gender dalam program orientasi dan konseling.

  1. #minat beli#minat beli
  2. #customer loyalty#customer loyalty
Read online
File size327.47 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3fD
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test