IAI ALZAYTUNIAI ALZAYTUN

Journal of Islamic StudiesJournal of Islamic Studies

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik komunikasi yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan tahfidz Al-Quran pada santri madrasah ibtidaiyah kelas 5 Mahad Al-Zaytun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 santri kelas 5 dan 10 pembina tahfidz. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil yang diperoleh oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pembina menerapkan empat teknik komunikasi yakni, teknik informatif, persuasive, instruktif/koersif, dan hubungan manusiawi. Sehingga pembinaan dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan intensif. Hal ini terlihat dari intensitas komunikasi yang dilakukan setiap hari bertemu dan diterapkan dalam pembinaan tahfidz yang menghasilkan feedback langsung dari komunikan (santri) baik berbentuk tindakan secara langsung ataupun santri memberikan tanggapan langsung mengenai materi tahfidz yang diampaikan oleh pembina. Dari penelitian juga diperoleh faktor pendukung teknik komunikasi dalam tahfidz Al-Quran yaitu dukungan lingkungan, motivasi, pengetahuan dan pemahaman. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya tenaga pengajar, terdapat santri yang kurang lancar dalam membaca Al-Quran, serta santri kurang memaksimalkan waktu.

Teknik komunikasi yang digunakan dalam pelaksanaan tahfidz Al-Quran di Asrama Persahabatan adalah informatif, persuasif, instruktif/koersif, dan hubungan manusiawi.Faktor pendukung utama meliputi motivasi dari keluarga, teman, wali kamar, dan pembina.serta pengetahuan dan pemahaman santri terhadap makna Al-Quran.Faktor penghambat utama adalah kurangnya tenaga pengajar, ketidaklancaran membaca Al-Quran sebagian santri, dan minimnya pemanfaatan waktu secara optimal.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana desain ulang jadwal tahfidz berbasis ritme belajar santri agar waktu belajar lebih efektif dan sesuai dengan pola konsentrasi alami mereka, terutama untuk santri yang kesulitan memaksimalkan waktu. Selain itu, perlu diteliti bagaimana penerapan media digital sederhana, seperti audio rekaman hafalan dari pembina atau aplikasi interaktif berbasis lokal, dapat meningkatkan motivasi dan retensi hafalan santri yang kurang lancar membaca Al-Quran. Terakhir, studi lebih mendalam tentang peran wali kamar sebagai agen komunikasi informal dalam membangun motivasi intrinsik santri dapat dilakukan, dengan memahami dinamika interaksi harian yang tidak terstruktur namun berdampak besar pada konsistensi tahfidz, sehingga strategi pembinaan tidak hanya bergantung pada pembina resmi tetapi juga pada jaringan sosial sehari-hari di asrama.

  1. TEKNIK KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TAHFIDZ AL-QUR’AN PADA SANTRI MADRASAH IBTIDAIYAH PONDOK PESANTREN... doi.org/10.61341/jis/v1i4.035TEKNIK KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TAHFIDZ AL QURAoAN PADA SANTRI MADRASAH IBTIDAIYAH PONDOK PESANTREN doi 10 61341 jis v1i4 035
  1. #faktor pendukung#faktor pendukung
  2. #teknik observasi#teknik observasi
Read online
File size404.58 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2X6
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test