JK RISKJK RISK

Jurnal Klinik dan Riset KesehatanJurnal Klinik dan Riset Kesehatan

Infark Miokard Akut (IMA) memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi serius, salah satunya adalah Ruptur Septum Ventrikel (RSV). Komplikasi ini membutuhkan pendekatan multidisiplin karena melibatkan interaksi yang kompleks antara kerusakan iskemik, stres mekanik, dan proses inflamasi dalam jantung. RSV pasca-IMA menyebabkan terjadinya shunt dari ventrikel kiri ke kanan, yang mengakibatkan perubahan hemodinamik dan memengaruhi fungsi jantung serta sirkulasi sistemik. Ekokardiografi menjadi modalitas utama untuk menilai ukuran dan lokasi ruptur, meskipun modalitas pencitraan lain juga digunakan untuk menilai perubahan hemodinamik secara lebih detail. Penanganan awal RSV pasca-IMA difokuskan pada stabilisasi hemodinamik menggunakan terapi medikamentosa. Namun, dukungan sirkulasi mekanik, seperti Intra-Aortic Balloon Pump (IABP) atau Extra Corporeal Membrane Oxygenation (ECMO), sering kali diperlukan pada kasus yang lebih berat. Penutupan dengan pembedahan tetap menjadi standar pengobatan utama, meskipun waktu optimal untuk melakukan pembedahan masih menjadi perdebatan di antara para ahli. Sebagai alternatif, penutupan transkateter menggunakan perangkat penutup dapat digunakan baik sebagai terapi akut, subakut, maupun definitif, tergantung pada kondisi pasien. Pengelolaan RSV pasca-IMA melibatkan stabilisasi hemodinamik serta keputusan antara penutupan bedah atau transkateter, yang harus mempertimbangkan profil klinis pasien dan keahlian tim medis yang terlibat.

Ruptur septum ventrikel (RSV) pasca infark miokard akut merupakan komplikasi serius dengan angka mortalitas yang tinggi.Penanganan yang optimal memerlukan stabilisasi hemodinamik yang cepat, pertimbangan antara penutupan bedah dan transkateter berdasarkan kondisi pasien, serta kolaborasi tim multidisiplin.Penundaan operasi dapat dipertimbangkan untuk memungkinkan pembentukan jaringan parut, namun harus diimbangi dengan risiko kegagalan organ.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan waktu optimal penutupan RSV dan mengevaluasi efektivitas strategi penutupan transkateter.

Berdasarkan pemahaman dari artikel ini, beberapa ide penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian prospektif yang membandingkan efektivitas dan keamanan penutupan bedah versus transkateter RSV pada pasien dengan profil risiko yang berbeda perlu dilakukan untuk menentukan strategi penutupan yang paling optimal. Kedua, studi yang mengevaluasi peran biomarker jantung baru dalam memprediksi risiko dan prognosis RSV dapat membantu mengidentifikasi pasien yang paling membutuhkan intervensi agresif. Ketiga, penelitian yang berfokus pada pengembangan protokol stabilisasi hemodinamik yang lebih efektif, termasuk penggunaan kombinasi dukungan sirkulasi mekanik dan terapi farmakologis yang dipersonalisasi, dapat meningkatkan hasil klinis pada pasien dengan RSV. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan penanganan dan prognosis pasien dengan komplikasi serius ini.

  1. #infark miokard akut#infark miokard akut
  2. #clotting time act#clotting time act
Read online
File size366.13 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-3f8
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test