JK RISKJK RISK
Jurnal Klinik dan Riset KesehatanJurnal Klinik dan Riset KesehatanPendahuluan: Makroadenoma pituitari merupakan neoplasma jinak pada kelenjar hipofisis yang sering menimbulkan efek massa signifikan, seperti kompresi kiasma optik dan sinus kavernosus, serta gangguan hormonal. Studi terkait karakteristik demografis, keluhan utama, dan pencitraan makroadenoma pituitari di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai karakteristik pasien dengan makroadenoma pituitari di RSUD Dr. Saiful Anwar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi demografis, keluhan klinis, dan karakteristik pencitraan MRI pada pasien dengan makroadenoma pituitari. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini melibatkan 23 pasien yang menjalani pemeriksaan MRI kepala di RSUD Dr. Saiful Anwar selama periode Januari 2020 hingga Desember 2024. Data demografis, keluhan utama, dan hasil pencitraan MRI dianalisis secara deskriptif. Variabel yang dievaluasi meliputi usia, jenis kelamin, keluhan utama, konsistensi tumor, dan intensitas sinyal pada sekues T1 dan T2. Hasil: Dari 23 pasien, 82,6% adalah perempuan dengan usia rata-rata 46,95 tahun. Keluhan utama paling banyak dilaporkan adalah pandangan kabur (43,5%) akibat kompresi kiasma optik. Sebagian besar tumor bersifat solid (69,6%) dengan dominasi hyperintensitas pada sekues T2 (78,3%). Ekstensi suprasellar ditemukan pada mayoritas pasien, disertai keterlibatan kiasma optik dan sinus kavernosus. Kesimpulan: Makroadenoma pituitari lebih sering ditemukan pada perempuan usia dewasa pertengahan dengan gangguan penglihatan sebagai keluhan dominan. Pemeriksaan MRI menunjukkan karakteristik konsistensi solid dengan heterogenitas sinyal, menekankan pentingnya evaluasi radiologis untuk diagnosis dini dan perencanaan terapi. Pendekatan multidisiplin diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Makroadenoma pituitari lebih banyak ditemukan pada perempuan dengan usia rata-rata 46,95 tahun, dan keluhan utama berupa gangguan penglihatan seperti pandangan kabur.MRI menunjukkan lesi solid pada 69,6% pasien dengan variasi sinyal, hyperintensitas pada T2 dominan, serta ekstensi ke kiasma optik dan sinus kavernosus yang menyebabkan komplikasi visual dan neurologis.Pemeriksaan MRI penting untuk diagnosis dini dan perencanaan terapi, menekankan pendekatan multidisiplin untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan studi prospektif multicenter dengan sampel lebih besar untuk mengevaluasi prevalensi, karakteristik klinis, dan hasil jangka panjang makroadenoma pituitari di Indonesia; selanjutnya, diperlukan penelitian yang mengkaji korelasi antara profil hormon (misalnya prolaktin, hormon pertumbuhan, ACTH) dengan temuan pencitraan MRI guna membedakan adenoma fungsional dan non‑fungsional serta memprediksi perilaku tumor; terakhir, sebuah studi longitudinal yang membandingkan outcome pasca‑operasi versus radioterapi, termasuk perbaikan visual, status hormonal, dan kualitas hidup, serta mengidentifikasi faktor‑faktor pencitraan MRI yang dapat memprediksi kekambuhan, akan memberikan dasar ilmiah untuk memilih strategi terapi yang optimal.
| File size | 322.08 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ORLIORLI Tujuan: Menilai sistem mukosilier pada rinosinusitis kronis. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang, untuk melihat lamaTujuan: Menilai sistem mukosilier pada rinosinusitis kronis. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang, untuk melihat lama
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien AR lebih terkait dengan tingkat aktivitas penyakit dibandingkan marker inflamasi. Mayoritas pasien ArtritisFaktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien AR lebih terkait dengan tingkat aktivitas penyakit dibandingkan marker inflamasi. Mayoritas pasien Artritis
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah pasien pasca sectio caesarea yang menjalani metode ERACS dan konvensional. Hasil penelitian menunjukkanResponden yang terlibat dalam penelitian ini adalah pasien pasca sectio caesarea yang menjalani metode ERACS dan konvensional. Hasil penelitian menunjukkan
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Pada SP 2 mengontrol perilaku kekerasan dengan latihan fisik yaitu dengan memukul bantal atau kasur, SP 3 yaitu mengotrol perilaku kekerasan dengan teknikPada SP 2 mengontrol perilaku kekerasan dengan latihan fisik yaitu dengan memukul bantal atau kasur, SP 3 yaitu mengotrol perilaku kekerasan dengan teknik
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI S adalah Hipertensi dengan masalah Nyeri akut. Setelah dilakukannya 3x24 jam implementasi keperawatan didapatkan hasil penurunan skala nyeri yang awalnyaS adalah Hipertensi dengan masalah Nyeri akut. Setelah dilakukannya 3x24 jam implementasi keperawatan didapatkan hasil penurunan skala nyeri yang awalnya
UNESUNES Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan praktik dan prosedur hukum antara Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dengan Oditur MiliterPenelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan praktik dan prosedur hukum antara Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dengan Oditur Militer
NEOLECTURANEOLECTURA Kedua, Bencana alam nasional. Ketiga, Penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas. Keempat, Penanggulangan krisis ekonomi dan moneter dan dan kelimaKedua, Bencana alam nasional. Ketiga, Penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas. Keempat, Penanggulangan krisis ekonomi dan moneter dan dan kelima
UNCMUNCM Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor PER-014/A/JA/11/2012 tentang Kode Perilaku Jaksa untuk menjaminPemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor PER-014/A/JA/11/2012 tentang Kode Perilaku Jaksa untuk menjamin
Useful /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kajian ini juga menyoroti pertanggungjawaban hukum pejabat pemerintah dalam penyimpangan pengadaan barang/jasa dan berupaya mencapai keseimbangan antaraKajian ini juga menyoroti pertanggungjawaban hukum pejabat pemerintah dalam penyimpangan pengadaan barang/jasa dan berupaya mencapai keseimbangan antara
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Selain itu, populasi penelitian sebaiknya diperluas ke berbagai wilayah dan latar belakang serta memasukkan faktor perancu seperti tingkat pendidikan,Selain itu, populasi penelitian sebaiknya diperluas ke berbagai wilayah dan latar belakang serta memasukkan faktor perancu seperti tingkat pendidikan,
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan komunikasi matematis mahasiswa perempuan kelas sebelas dalam memecahkan masalah turunan pada SMA NegeriPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan komunikasi matematis mahasiswa perempuan kelas sebelas dalam memecahkan masalah turunan pada SMA Negeri
UNDIKMAUNDIKMA Pendidikan di Indonesia saat ini berada pada peringkat terendah dalam hal kualitas, sebagaimana dibuktikan oleh PISA 2018. Oleh karena itu, sangat pentingPendidikan di Indonesia saat ini berada pada peringkat terendah dalam hal kualitas, sebagaimana dibuktikan oleh PISA 2018. Oleh karena itu, sangat penting