PELITAIBUPELITAIBU
Journal Pelita Sains KesehatanJournal Pelita Sains KesehatanMinat kunjungan ulang oleh pasien dapat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan mutu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan terhadap minat kunjungan ulang di poli saraf rawat jalan di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 96 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh mutu pelayanan empati (0,000) terhadap minat kunjungan ulang, dan tidak terdapat pengaruh mutu pelayanan terhadap tangible (0,019), reliability (0,648), responsiveness (0,663) dan assurance (0,972). Upaya yang dapat dilakukan oleh RSU Bahteramas Prov. Sulawesi Tenggara RSU Bahteramas Prov. Sulawesi Tenggara perlu mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi bagi pasien. Staf rumah sakit juga perlu meningkatkan responsivitas dan keandalan dalam melayani pasien serta menciptakan rasa kepedulian yang tinggi terhadap pasien.
Berdasarkan penelitian dengan judul Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Minat Kunjungan Ulang Rawat Jalan Di Poli Saraf RSU Bahteramas Prov.Sultra, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara dimensi empati terhadap minat kunjungan ulang pada pasien rawat jalan di RSU Bahteramas Prov.Namun, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan dari dimensi tangible (bukti langsung), reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), dan assurance (jaminan) terhadap minat kunjungan ulang pada pasien rawat jalan di rumah sakit yang sama pada tahun 2023.Hal ini menunjukkan bahwa meskipun aspek fisik dan teknis dari pelayanan sudah memenuhi harapan pasien, faktor empati dari petugas kesehatan menjadi elemen yang lebih mempengaruhi keputusan pasien untuk kembali melakukan kunjungan.
Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat kunjungan ulang pasien di RSU Bahteramas, khususnya dengan mempertimbangkan perubahan dari waktu ke waktu melalui pendekatan longitudinal, serta memperluas metode pengumpulan data untuk mengatasi keterbatasan partisipasi pasien lansia. Studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman pasien secara lebih mendalam terkait dimensi mutu pelayanan yang dianggap penting dalam memengaruhi keputusan kunjungan ulang. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana implementasi teknologi dan inovasi dalam pelayanan kesehatan dapat meningkatkan dimensi kehandalan, ketanggapan, dan jaminan, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan minat kunjungan ulang pasien. Penelitian mendatang juga dapat memfokuskan pada pengembangan intervensi yang dirancang untuk meningkatkan empati petugas kesehatan, serta mengukur dampak intervensi tersebut terhadap kepuasan pasien dan loyalitas mereka terhadap rumah sakit.
| File size | 206.92 KB |
| Pages | 7 |
| Short Link | https://juris.id/p-2pn |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Disarankan kepada pihak RSKD Dadi untuk komunikatif dan selalu berinteraksi dengan pasien karena kualitas pelayanan yang baik akan menciptakan loyalitasDisarankan kepada pihak RSKD Dadi untuk komunikatif dan selalu berinteraksi dengan pasien karena kualitas pelayanan yang baik akan menciptakan loyalitas
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Variabel independen dalam penelitian ini yaitu pelayanan prima dan variabel dependennya yaitu loyalitas pasien. Dimana populasi dalam penelitian ini adalahVariabel independen dalam penelitian ini yaitu pelayanan prima dan variabel dependennya yaitu loyalitas pasien. Dimana populasi dalam penelitian ini adalah
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan kunci sebanyak 2 orang dan informan terdekat/pendukung sebanyakDesain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan kunci sebanyak 2 orang dan informan terdekat/pendukung sebanyak
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Motivasi kerja nilai p = 0,537 yang artinya tidak ada pengaruh antara budaya organisasi dengan keinginan pindah kerja (turnover intention). Rumah SakitMotivasi kerja nilai p = 0,537 yang artinya tidak ada pengaruh antara budaya organisasi dengan keinginan pindah kerja (turnover intention). Rumah Sakit
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi terhadap kinerja perawat, variabel pendidikan dalam pengembanganHasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi terhadap kinerja perawat, variabel pendidikan dalam pengembangan
ITSPKUITSPKU Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kecerdasan spiritual dan kuesioner Caring Behavior Inventory. Hasil penelitian menunjukkan seluruh respondenInstrumen yang digunakan adalah kuesioner kecerdasan spiritual dan kuesioner Caring Behavior Inventory. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesionerJenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Dalam perencanaan logistik non medik tidak menggunakan metode perhitung mengenai lead time, safety stock dan reorder. Disarankan dalam melakukan perencanaanDalam perencanaan logistik non medik tidak menggunakan metode perhitung mengenai lead time, safety stock dan reorder. Disarankan dalam melakukan perencanaan
Useful /
PELITAIBUPELITAIBU Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara paritas dan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara paritas dan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari. Penelitian
PELITAIBUPELITAIBU Umur ibu berhubungan signifikan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir, sedangkan umur kehamilan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Namun, polaUmur ibu berhubungan signifikan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir, sedangkan umur kehamilan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Namun, pola
ITSPKUITSPKU Risiko tinggi pembedahan ini menimbulkan dampak atau pengaruh psikologis pada pasien pre operasi, dan pengaruh psikologis terhadap tindakan pembedahanRisiko tinggi pembedahan ini menimbulkan dampak atau pengaruh psikologis pada pasien pre operasi, dan pengaruh psikologis terhadap tindakan pembedahan
STISIPOLP12STISIPOLP12 Faktor pendukung lain seperti harga produk yang terjangkau, ketersediaan di platform marketplace, dan layanan ramah dari karyawan juga memperkuat citraFaktor pendukung lain seperti harga produk yang terjangkau, ketersediaan di platform marketplace, dan layanan ramah dari karyawan juga memperkuat citra