STIECENDEKIAKUSTIECENDEKIAKU

E-logis : Jurnal Ekonomi LogistikE-logis : Jurnal Ekonomi Logistik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan persepsi antara dosen akuntansi, mahasiswa akuntansi, dan tenaga kependidikan terkait kemampuan analisis deduktif, berpikir kritis, memecahkan masalah tidak terstruktur, fleksibilitas investigatif, kemampuan analitik, komunikasi lisan, komunikasi tertulis, pengetahuan hukum, dan sikap tenang. Objek penelitian adalah dosen akuntansi, mahasiswa akuntansi, dan tenaga kependidikan. Penelitian ini merupakan studi empiris dengan teknik purposive sampling dalam pengumpulan data. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 37 di STIE Cendekia Karya Utama Semarang yang terdiri dari 11 dosen akuntansi, 16 mahasiswa akuntansi, dan 10 tenaga kependidikan yang telah memberikan jawaban. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Sampel Independen dengan program SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan antara dosen akuntansi, mahasiswa akuntansi, dan tenaga kependidikan pada kemampuan fleksibilitas, kemampuan komunikasi tertulis, dan pengetahuan hukum. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara dosen akuntansi, mahasiswa akuntansi, dan tenaga kependidikan pada kemampuan analisis deduktif, berpikir kritis, pemecahan masalah, kemampuan analitik, komunikasi lisan, dan sikap tenang.

Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara dosen dan mahasiswa akuntansi mengenai sebagian besar keahlian akuntan forensik, seperti analisis deduktif, berpikir kritis, pemecahan masalah, kemampuan analitik, komunikasi lisan, dan sikap tenang.Akan tetapi, tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan antara kedua kelompok tersebut mengenai kemampuan fleksibilitas penyidikan, komunikasi tertulis, dan pengetahuan hukum.Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan persepsi yang signifikan antara dosen dan mahasiswa akuntansi dengan tenaga kependidikan terkait semua aspek keahlian yang diteliti.

Penelitian lanjutan sangat mungkin untuk dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah dan objek kajian. Misalnya, sebuah studi komparatif dapat menjawab pertanyaan mengenai bagaimana persepsi keahlian akuntan forensik di kalangan civitas akademika perguruan tinggi yang secara spesifik telah menyelenggarakan mata kuliah akuntansi forensik, seperti UI atau UGM, dibandingkan dengan institusi yang belum. Selain itu, untuk memperkaya sudut pandang, penelitian berikutnya bisa menggali lebih dalam tentang sejauh mana kesenjangan persepsi antara para akademisi dengan praktisi yang berada di garda terdepan, seperti auditor investigatif, konsultan fraud, atau aparat penegak hukum. Ide penelitian ini bertujuan melihat sejalan tidaknya pemahaman di kampus dengan tuntutan kompetensi di dunia kerja. Terakhir, temuan mengenai adanya perbedaan persepsi ini bisa dijadikan landasan bagi sebuah penelitian pengembangan yang menjawab pertanyaan tentang bagaimana kurikulum pendidikan akuntansi seharusnya dirancang agar hasilnya lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan nyata industri dalam menghadapi kasus-kasus kecurangan keuangan yang semakin kompleks.

  1. #daya manusia#daya manusia
  2. #identifikasi bahaya#identifikasi bahaya
Read online
File size222.62 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-285
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test