JOURNALMPCIJOURNALMPCI

Journal of Health and Nutrition ResearchJournal of Health and Nutrition Research

Stunting, masalah kesehatan masyarakat yang kritis, dipengaruhi oleh layanan kesehatan dan faktor sosioekonomi, termasuk kondisi ekonomi keluarga. Penelitian ini mengkaji dampak akreditasi Puskesmas terhadap pencegahan stunting di Jeneponto (tingkat stunting tertinggi) dan Barru (tingkat stunting terendah) di Sulawesi Selatan. Menggunakan data lintang-sectional dari Survei Status Gizi Indonesia 2022, dianalisis data hierarkis (tingkat individu, keluarga, dan distrik) yang terdiri dari 192 ibu (89 ibu di Jeneponto dan 103 di Barru) dengan bayi berusia 0–23 bulan. Analisis deskriptif dan regresi logistik biner multilevel dilakukan. Pada tingkat individu, stunting terkait dengan pendidikan dasar (aOR 3,26; 95% CI: 1,38–7,70) dan tidak menyusui secara eksklusif (aOR 3,64; 95% CI: 1,25–10,6). Pada tingkat keluarga, sanitasi yang tidak memadai (aOR 0,16; 95% CI: 0,03–0,84) dan kepemilikan aset yang lebih tinggi (aOR 0,13; 95% CI: 0,03–0,54). Pada tingkat distrik, akreditasi Puskesmas dikaitkan dengan peluang stunting yang lebih rendah (aOR 0,32; 95% CI: 0,11–0,93). Temuan ini menyoroti pentingnya menjaga akreditasi Puskesmas dan mengatasi disparitas sosioekonomi, seperti kondisi ekonomi keluarga, untuk memastikan pencegahan stunting yang berkelanjutan.

Penelitian ini menyoroti peran penting status akreditasi Puskesmas dan kepemilikan aset keluarga dalam pencegahan stunting.Status akreditasi Puskesmas yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko stunting, menunjukkan pentingnya menjaga kualitas layanan kesehatan di tingkat masyarakat.Selain itu, kepemilikan aset yang lebih tinggi pada keluarga berkontribusi pada penurunan risiko stunting, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kondisi ekonomi keluarga dapat berdampak positif pada status gizi anak.Upaya pencegahan stunting yang efektif harus selaras dengan standar layanan kesehatan yang terstandarisasi dan intervensi yang ditargetkan yang mengatasi faktor sosioekonomi, sehingga berkontribusi pada pendekatan komprehensif untuk mengurangi prevalensi stunting.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stunting dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam pengalaman keluarga dengan layanan kesehatan di Puskesmas terakreditasi, serta bagaimana kondisi ekonomi keluarga mempengaruhi praktik pengasuhan anak dan pemberian makan. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan gizi anak dari masa kehamilan hingga usia dua tahun, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosioekonomi dan kualitas layanan kesehatan sebagai variabel pemoderasi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program yang menggabungkan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Puskesmas dengan pemberdayaan ekonomi keluarga, seperti pelatihan keterampilan atau akses ke modal usaha. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang pencegahan stunting dan menginformasikan pengembangan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

  1. Puskesmas Accreditation Status And Asset Ownership Potentially Lowering Stunting : Multilevel Analysis... journalmpci.com/index.php/jhnr/article/view/407Puskesmas Accreditation Status And Asset Ownership Potentially Lowering Stunting Multilevel Analysis journalmpci index php jhnr article view 407
Read online
File size623.54 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-3dS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test