TSBTSB

JURNAL PENDIDIKAN BAHASAJURNAL PENDIDIKAN BAHASA

Kemunculan kecerdasan buatan (AI) telah memberikan perubahan nyata pada pola dan budaya belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh AI terhadap budaya belajar serta keberlanjutan nilai kearifan lokal mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Abdurrab. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap delapan mahasiswa yang rutin menggunakan AI dalam proses akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI membantu mahasiswa memahami materi, mencari referensi, dan meningkatkan kapasitas belajar mandiri. Namun, AI tidak menggantikan interaksi sosial; justru menjadi pemicu diskusi dan brainstorming dalam kerja kelompok. Nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, tanggung jawab pribadi, etika akademik, dan kesederhanaan masih terlihat, meskipun mulai beradaptasi dalam ruang digital. Mahasiswa tetap melakukan pengecekan ulang, penyuntingan bahasa, serta mencantumkan sitasi sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam penggunaan AI. Secara keseluruhan, AI tidak mengikis kearifan lokal, tetapi dapat memperkaya proses pembelajaran jika digunakan secara proporsional dan kritis. Hal ini menunjukkan munculnya budaya belajar hibrida dengan menggabungkan teknologi dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Karena itu, literasi digital berbasis budaya perlu diperkuat agar AI dimanfaatkan secara etis, reflektif, dan tetap berpijak pada identitas akademik mahasiswa.

Budaya belajar mahasiswa menunjukkan pergeseran menuju pola belajar hibrida yang memadukan interaksi sosial tradisional dengan teknologi digital.Nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, tanggung jawab, etika, dan kesederhanaan tetap terlihat kuat, meskipun kini beradaptasi dalam bentuk digital.AI tidak menggantikan interaksi sosial, tetapi justru menjadi pemicu diskusi, brainstorming, dan kolaborasi.

Untuk memperdalam pemahaman integrasi teknologi dengan nilai budaya, peneliti dapat (1) membandingkan pengaruh AI terhadap budaya belajar di perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia untuk melihat variasi adopsi kearifan lokal, (2) mengkaji pengaruh AI terhadap keberlanjutan nilai etika akademik dalam konteks kelas daring yang lebih dominan, dan (3) mengeksplorasi cara AI digunakan oleh generasi yang lebih tua untuk mempertahankan tradisi lokal dalam bidang pendidikan terapan seperti pertanian atau seni. Penelitian ini juga memperluas wawasan tentang bagaimana literasi digital dapat disesuaikan dengan konteks budaya lokal untuk menciptakan ekosistem belajar yang inklusif dan berkelanjutan.

  1. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) terhadap Budaya Belajar dan Pelestarian Kearifan Lokal Mahasiswa... doi.org/10.37630/jpb.v15i4.3691Pemanfaatan Artificial Intelligence AI terhadap Budaya Belajar dan Pelestarian Kearifan Lokal Mahasiswa doi 10 37630 jpb v15i4 3691
  1. #mahasiswa program studi#mahasiswa program studi
  2. #tradisi lokal#tradisi lokal
Read online
File size277.25 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3ag
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test