FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA

Mudabbir: Jurnal Manajemen DakwahMudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah

Pendidikan lokal dan komunikasi antarbudaya merupakan dua aspek penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Pendidikan lokal seperti nyelamak dialok berfokus pada pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, yang dijembatani oleh peran komunikasi antarbudaya yang memprioritaskan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan budaya. Integrasi keduanya dapat menciptakan lingkungan yang mendukung keberagaman dan toleransi. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang budaya lokal, perbedaan bahasa, dan dampak globalisasi perlu dihadapi bersama. Penelitian ini berfokus pada teori komunikasi antarbudaya dari Saundra Hybeels dan Richard L. Wraver, yaitu komunikasi antarbudaya adalah setiap proses pertukaran informasi, ide, dan perasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi.

Tradisi Nyelamak Dilaok tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga berperan penting dalam mempererat hubungan sosial dan spiritual antara masyarakat Bajo dan Sasak di Desa Tanjung Luar.Melalui upacara ini, nilai-nilai seperti rasa syukur, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur terus dipertahankan dan ditransmisikan kepada generasi berikutnya.Integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan dan komunikasi antarbudaya menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan harmonis.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam tentang peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam memediasi nilai-nilai budaya lokal dengan ajaran agama Islam, sehingga tercipta harmoni antara tradisi dan modernitas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada dampak ekonomi dari tradisi Nyelamak Dilaok terhadap masyarakat setempat, seperti potensi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan tradisi serupa di daerah lain di Indonesia untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, serta untuk memperkaya pemahaman tentang dinamika komunikasi antarbudaya di Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian budaya lokal dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

  1. MAKNA UPACARA NYELAMAK DILAOK SEBAGAI ASET BUDAYA (STUDI FENOMENOLOGI) | RISTANSI: Riset Akuntansi. makna... jurnal.stie.asia.ac.id/index.php/ristansi/article/view/2271MAKNA UPACARA NYELAMAK DILAOK SEBAGAI ASET BUDAYA STUDI FENOMENOLOGI RISTANSI Riset Akuntansi makna jurnal stie asia ac index php ristansi article view 2271
  2. Tradisi Nyelamak Dialok Sebagai Dakwah Pemersatu Muslim Bajo Dan Sasak Di Desa Tanjung Luar Kecamatan... fdikjournal-uinma.id/index.php/mudabbir/article/view/13649Tradisi Nyelamak Dialok Sebagai Dakwah Pemersatu Muslim Bajo Dan Sasak Di Desa Tanjung Luar Kecamatan fdikjournal uinma index php mudabbir article view 13649
  3. ENKULTURASI BUDAYA PAMANA | LATUHERU | JURNAL BADATI. enkulturasi budaya pamana latuheru jurnal badati... ojs.ukim.ac.id/index.php/badati/article/view/411ENKULTURASI BUDAYA PAMANA LATUHERU JURNAL BADATI enkulturasi budaya pamana latuheru jurnal badati ojs ukim ac index php badati article view 411
  1. #warisan budaya#warisan budaya
  2. #pengumpulan data#pengumpulan data
Read online
File size333.36 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-31O
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test