POLITANI KOEPOLITANI KOE

JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP)

Mangrove memiliki fungsi sebagai sumber produksi nutrien yang berguna untuk menyuburkan perairan. Pemanfaatan yang seringkali dilakukan oleh masyarakat sekitar hutan mangrove sebagai tempat wisata, menangkap ikan, dan juga sebagai area tambak garam akan mempengaruhi kualitas air pada ekosistem hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel kondisi lingkungan di ekosistem mangrove pada pesisir Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan pada enam stasiun di ekosistem mangrove pesisir Kota Kupang pada Bulan September sampai Bulan Oktober 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada saat pasang dan surut. Sampling sedimen dilakukan dengan menggunakan botol berukuran 500 ml dan diletakan ke dalam plastik yang sudah diberi label. Hasil kajian menunjukkan variabel suhu berkisar 27-30 °C, salinitas 29-33 ‰/00, pH 8,1-8,4, nitrat 0,0-0,65 mg/l, fosfat 0,02-0,58 mg/l, TSS 33-70 mg/l, fraksi sedimen pasir 82-99 %, kandungan organik 2,60-6,01 % kandungan karbonat 32,85-54,99 %. Parameter fosfat menunjukkan pada seluruh stasiun berada di atas ambang batas kualitas air untuk biota.

Kualitas air pada ekosistem mangrove di Kecamatan Kelapa Lima umumnya sesuai dengan baku mutu kualitas air, kecuali pada parameter fosfat.Fraksi pasir mendominasi kondisi substrat mangrove dibandingkan fraksi lumpur dan liat.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji variasi temporal parameter kualitas air, khususnya fosfat, dengan melakukan pemantauan bulanan selama setahun penuh untuk mengidentifikasi pola musiman dan dampak aktivitas manusia yang berubah-ubah; selanjutnya, studi komparatif antara zona mangrove yang intensif dimanfaatkan untuk pariwisata, perikanan, dan tambak garam dapat mengungkap hubungan kuantitatif antara intensitas penggunaan lahan dan degradasi kualitas air, sehingga dapat memberikan dasar bagi kebijakan pengelolaan zona berkelanjutan; terakhir, penerapan model ekosistem terintegrasi yang menggabungkan data fisik‑kimia, biologi, dan sosial‑ekonomi dapat membantu memprediksi konsekuensi jangka panjang perubahan penggunaan lahan pada fungsi ekosistem mangrove, termasuk kemampuan mitigasi perubahan iklim dan penyimpanan karbon, yang pada gilirannya dapat mendukung perencanaan adaptasi daerah pesisir.

  1. Karakteristik Sedimentologi dan Geokimia Endapan Tsunami di Teluk Busong, Pulau Simeulue | Kusumastuti... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jgt/article/view/7084Karakteristik Sedimentologi dan Geokimia Endapan Tsunami di Teluk Busong Pulau Simeulue Kusumastuti ejournal2 undip ac index php jgt article view 7084
  2. KAJIAN POLA ARUS PERMUKAAN DAN SEBARAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PESISIR PANTAI KENJERAN... doi.org/10.21107/juvenil.v1i3.8842KAJIAN POLA ARUS PERMUKAAN DAN SEBARAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID TSS DI PESISIR PANTAI KENJERAN doi 10 21107 juvenil v1i3 8842
  3. Distribusi Dan Karakteristik Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove Pulau Kecil Taman Nasional Bunaken... doi.org/10.22146/mgi.32204Distribusi Dan Karakteristik Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove Pulau Kecil Taman Nasional Bunaken doi 10 22146 mgi 32204
  1. #kualitas air#kualitas air
  2. #rumput laut#rumput laut
Read online
File size523.83 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2UU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test