RADEN WIJAYARADEN WIJAYA
Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaSabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaLocal wisdom has a close relationship with society and culture. Culture is an abstract knowledge that exists in a nation. Through culture, individuals as part of an ethnic group will manifest behaviors patterns to interact with their social environment. In this case, oral literature plays an important role in constructing local wisdom as a part of culture of which function to maintain attitudes, behaviors, and ethics found in social life. All elements involved in local wisdom synergize in upholding norms, values, culture, attitudes, behaviors, and ethics as reflected in the tradition of tabu, myth and folklore, traditional expressions, and traditional ceremonies.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra lisan memiliki peran penting dalam pembentukan kearifan lokal sebagai penjaga sikap, perilaku, dan etika dalam kehidupan masyarakat.Kearifan lokal, yang tercermin dalam tradisi tabu, mitos, ungkapan tradisional, dan upacara adat, berfungsi untuk menjaga norma, nilai, budaya, sikap, perilaku, dan etika.Dengan demikian, sastra lisan menjadi sarana penting dalam melestarikan dan mewariskan kearifan lokal kepada generasi mendatang.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk melestarikan dan menyebarluaskan sastra lisan dan kearifan lokal kepada generasi muda. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan menghargai budaya lokal. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak globalisasi terhadap kearifan lokal dan bagaimana masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa kehilangan identitas budaya mereka. Dengan menggali lebih dalam mengenai topik-topik ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pelestarian dan pengembangan kearifan lokal di Indonesia.
| File size | 198.17 KB |
| Pages | 18 |
| Short Link | https://juris.id/p-2RM |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UNRAMUNRAM Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, menyediakan habitat bagi biota laut, serta mendukung ekonomiEkosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, menyediakan habitat bagi biota laut, serta mendukung ekonomi
EBSINAEBSINA Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama penentu ketahanan pangan di antara rumah tangga pedesaan,Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama penentu ketahanan pangan di antara rumah tangga pedesaan,
UNTAGUNTAG Kebijakan kehutanan masih berorientasi pada sistem pengelolaan hutan yang didominasi negara. Pola pengelolaan hutan berbasis negara bergantung pada pemerintahKebijakan kehutanan masih berorientasi pada sistem pengelolaan hutan yang didominasi negara. Pola pengelolaan hutan berbasis negara bergantung pada pemerintah
CITRABAKTICITRABAKTI Peningkatan hasil belajar siswa ini terjadi karena siswa diberikan kesempatan untuk aktif dalam proses pembelajaran, seperti mengumpulkan dan mengolahPeningkatan hasil belajar siswa ini terjadi karena siswa diberikan kesempatan untuk aktif dalam proses pembelajaran, seperti mengumpulkan dan mengolah
CITRABAKTICITRABAKTI Saat di rumah orang tua berperan sebagai pendidik yaitu dengan memberikan ragam informasi dan pengetahuan kepada peserta didik agar ilmu pengetahuan pesertaSaat di rumah orang tua berperan sebagai pendidik yaitu dengan memberikan ragam informasi dan pengetahuan kepada peserta didik agar ilmu pengetahuan peserta
CITRABAKTICITRABAKTI Dalam prosesnya, pembelajaran sudah seharusnya memiliki pola dan unsur pengelolaan tata bahasa, urutan, logika, teratur dan urut, penyelesaian masalah,Dalam prosesnya, pembelajaran sudah seharusnya memiliki pola dan unsur pengelolaan tata bahasa, urutan, logika, teratur dan urut, penyelesaian masalah,
CITRABAKTICITRABAKTI Dari hasil pemaparan dapat ditarik kesimpulan adalah dalam:Kemajuan IPTEK harus diiringi dengan kemajuan akhlak pada peserta didik. Inovasi yang dilakukanDari hasil pemaparan dapat ditarik kesimpulan adalah dalam:Kemajuan IPTEK harus diiringi dengan kemajuan akhlak pada peserta didik. Inovasi yang dilakukan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Oleh karena itu, kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal budaya Sunda, bernama Bandung Masagi, dibuat dengan tujuan menumbuhkan karakterOleh karena itu, kebijakan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal budaya Sunda, bernama Bandung Masagi, dibuat dengan tujuan menumbuhkan karakter
Useful /
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Peningkatan signifikan terlihat dari persentase siswa yang tuntas dari 28,57% pada siklus 1 menjadi 85,72% pada siklus 3. Disarankan guru kelas IV SDNPeningkatan signifikan terlihat dari persentase siswa yang tuntas dari 28,57% pada siklus 1 menjadi 85,72% pada siklus 3. Disarankan guru kelas IV SDN
UNTAGUNTAG Validasi data menggunakan triangulasi (metode, sumber, dan waktu) dan dianalisis untuk reduksi data, presentasi data, dan hasil. Tujuan penelitian iniValidasi data menggunakan triangulasi (metode, sumber, dan waktu) dan dianalisis untuk reduksi data, presentasi data, dan hasil. Tujuan penelitian ini
UNTAGUNTAG Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi. Hasil menunjukkan bahwa Budaya Organisasi Hijau berpengaruh positif signifikanPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi. Hasil menunjukkan bahwa Budaya Organisasi Hijau berpengaruh positif signifikan
UNTAGUNTAG Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 32 responden yang bekerja di BRIN. Analisis SWOT menggunakanPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 32 responden yang bekerja di BRIN. Analisis SWOT menggunakan