UTUT

JELAJAH: Journal of Tourism and HospitalityJELAJAH: Journal of Tourism and Hospitality

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Paradigma Restaurant and Café, Cikini. Sampel terdiri dari seluruh karyawan Paradigma sebanyak 32 orang. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner, sedangkan data sekunder juga digunakan. Metode analisis yang diterapkan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, statistik deskriptif, uji koefisien determinasi, uji korelasi, dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata‑rata variabel motivasi kerja (X) sebesar 3,14 termasuk dalam kategori “excellent, yang mengindikasikan motivasi kerja karyawan tinggi. Sementara itu, nilai rata‑rata variabel kinerja (Y) sebesar 3,37 termasuk dalam kategori “strongly agree, yang menunjukkan kinerja karyawan sangat baik. Kekuatan korelasi sebesar 72 % dengan koefisien determinasi 52 % menandakan hubungan yang signifikan. Persamaan regresi linier sederhana yang diperoleh adalah Y = 1,179 0,696X, menyimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di Paradigma Restaurant and Café, Cikini.

Motivasi kerja karyawan Paradigma Restaurant and Café, Cikini, berada pada kategori baik dengan nilai rata‑rata 3,14, sedangkan kinerja mereka berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata‑rata 3,37.Analisis menunjukkan korelasi kuat (72 %) dan koefisien determinasi 52 % serta persamaan regresi Y = 1,179 0,696X, menandakan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan.Hasil ini mendukung hipotesis alternatif bahwa motivasi kerja secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan di Paradigma Restaurant and Café, Cikini.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara komparatif bagaimana faktor motivasi intrinsik (seperti rasa pencapaian pribadi) dan motivasi ekstrinsik (seperti insentif finansial) masing‑masing memengaruhi kinerja karyawan di sektor restoran, dengan menggunakan model persamaan struktural untuk mengidentifikasi kontribusi relatifnya. Selanjutnya, studi dapat meneliti apakah gaya kepemimpinan (misalnya transformasional versus transaksional) berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat atau melemahkan hubungan antara motivasi kerja dan kinerja, sehingga memberikan wawasan tentang peran manajer dalam mengoptimalkan motivasi. Penelitian longitudinal selama satu tahun dapat dilakukan untuk memantau dinamika motivasi dan kinerja seiring perubahan kondisi operasional, seperti penambahan menu atau renovasi fasilitas, guna mengetahui kestabilan atau fluktuasi efek motivasi. Selain itu, penelitian lintas‑lokasi yang membandingkan restoran dengan konsep serupa di kota lain dapat menguji generalisasi temuan serta mengidentifikasi faktor kontekstual yang mungkin mempengaruhi hubungan motivasi‑kinerja. Akhirnya, studi eksperimen yang memberikan intervensi pelatihan motivasi berbasis psikologi positif dapat dievaluasi efeknya terhadap peningkatan kinerja, memberikan bukti praktis bagi manajemen restoran.

  1. Pengembangan Potensi Pariwisata di Karanganyar dari Kompenen 3A | Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata.... stiepari.org/index.php/gemawisata/article/view/242Pengembangan Potensi Pariwisata di Karanganyar dari Kompenen 3A Gemawisata Jurnal Ilmiah Pariwisata stiepari index php gemawisata article view 242
  1. #motivasi intrinsik#motivasi intrinsik
  2. #kinerja karyawan#kinerja karyawan
Read online
File size566.66 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2PQ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test