STIEJBSTIEJB

Journal of Economics and Regional ScienceJournal of Economics and Regional Science

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keselamatan kerja (K3) pada CV Makmur Timika. Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi sedangkan instrument alat analisis menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Berdasarkan hasil penelitian penerapan K3 pada CV Makmur Timika menunjukan bahwa proses produksi mulai dari hutan sampai pabrik sagu memiliki potensi bahaya seperti bahaya meknik, bahaya ergonomi, bahaya kimia dan mikrobiologi, dan penyakit akibat kerja lainnya yang dapat berbahaya bagi pekerja. Peneliti menyarankan kepada pihak manajemen CV Makmur Timika untuk terus meningkatkan keselamatan dan kesehtan kerja dengan melakukan upaya pengendalian dari berbagai potensi bahaya pada setiap perkerjaan terutama pada proses pekerjaan bagian hutan dan pabrik seperti menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja, menaati prosedur pekerjaan dan berhati-hati saat bekerja.

Studi ini menyimpulkan bahwa pabrik sagu CV Makmur Timika menghadapi bahaya kerja yang signifikan, terutama pada proses di pabrik yang melibatkan bahaya mekanik, ergonomi, kimia, dan mikrobiologi.Sementara itu, pekerja di bagian hutan berisiko keracunan bisa ular, cedera akibat benda tajam, dan tertimpa pohon.Secara keseluruhan, potensi bahaya ini sebagian besar disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak aman, peralatan kerja yang kurang memadai, dan kelalaian pekerja.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada evaluasi kuantitatif terhadap efektivitas program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah direkomendasikan, seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap, pelaksanaan rapat keselamatan (safety meeting), serta penerapan peregangan otot rutin. Hal ini penting untuk mengukur secara konkret sejauh mana intervensi-intervensi tersebut berhasil menurunkan angka kecelakaan kerja, mengurangi paparan bahaya, dan meningkatkan kesehatan pekerja secara keseluruhan di pabrik sagu atau industri serupa. Selain itu, mengingat adanya perilaku tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition) yang masih menjadi penyebab utama kecelakaan, studi mendalam tentang faktor-faktor psikologis dan organisasi yang memengaruhi kepatuhan pekerja terhadap prosedur K3 perlu dilakukan. Penelitian ini dapat mengidentifikasi hambatan budaya, persepsi risiko, atau motivasi yang membuat pekerja lalai dalam menerapkan K3, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran. Terakhir, karena bahaya ergonomi teridentifikasi sebagai salah satu risiko signifikan, penelitian desain dan evaluasi intervensi ergonomis yang spesifik untuk tugas-tugas berisiko tinggi dalam proses produksi sagu akan sangat bermanfaat. Misalnya, pengembangan alat bantu mekanis atau perancangan ulang stasiun kerja untuk mengurangi beban fisik pekerja dapat diuji efektivitasnya dalam mencegah gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan kenyamanan kerja.

  1. #job safety analysis#job safety analysis
  2. #industri pengolahan#industri pengolahan
Read online
File size440.11 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-2LV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test