ITSIITSI

Jurnal Agro EstateJurnal Agro Estate

Produktivitas kelapa sawit tidak terlepas dari mana bibit berasal. Kesuksesan pembibitan dilihat dari kualitas bibit yang dihasilkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bibit adalah sistem fertigasi. Salah satu sistem fertigasi terbarukan ialah sistem fertigasi tetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan pertumbuhan vegetatif pada berbagai macam kondisi plot dalam sistem fertigasi tetes dengan cara membandingkan secara aktual hasil pengukuran pertumbuhan vegetatif bibit dengan sistem fertigasi tetes. Penelitian dilaksanakan di PT. Bumi Permai Lestari Perkebunan Bukit Intan Estate (BINE) yang terletak di Ds.Terentang, Kec.Kelapa, Kab.Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2023 sampai dengan Oktober 2023. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode analisis kuantitatif sebagai data primer untuk data hasil penelitian di analisis mengunakan metode uji sidik ragam satu arah pada jenjang 5% dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plot dengan elevasi datar dan jarak normal memiliki pertumbuhan vegetatif paling unggul dibandingkan dengan bibit pada plot yang letaknya jauh dari waduk maupun plot dengan elevasi miring. Disimpulkan bahwa letak dan topografi plot main nursery memberikan pengaruh yang nyata (signifikan) terhadap pertumbuhan vegetatif (tinggi bibit, jumlah daun, dan lingkar batang) bibit kelapa sawit dengan sistem fertigasi tetes, dimana topografi miring memberikan pengaruh yang tidak baik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit.

Dari hasil penelitian dan analisis hasil pembahasan yang telah dilakukan di PT.Bumi Permai Lestari, Bukit Intan Estate, maka dapat diambil beberapa kesimpulan.Letak dan topografi plot main nursey memberikan pengaruh yang nyata (signifikan) terhadap pertumbuhan vegetatif (tinggi bibit, jumlah daun, dan lingkar batang) bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) dengan sistem fertigasi tetes (drip fertigation system).

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana variasi tipe tanah (pasir, lempung, dan laterit) mempengaruhi efisiensi distribusi air dan nutrisi pada sistem fertigasi tetes di plot dengan topografi miring, sehingga dapat menemukan strategi penyesuaian aliran cairan yang optimal. Selanjutnya, studi longitudinal selama tiga tahun dapat menilai dampak jangka panjang penggunaan sistem fertigasi tetes terhadap produktivitas buah kelapa sawit serta kualitas minyak, memperbandingkan plot datar dan miring untuk mengetahui apakah perbedaan pertumbuhan vegetatif berlanjut menjadi perbedaan hasil panen. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan dan menguji integrasi sensor kelembaban tanah berbasis IoT dalam sistem fertigasi tetes untuk secara real‑time mengatur volume tetesan pada lahan miring, sehingga mengurangi ketidakseimbangan distribusi air dan meningkatkan pertumbuhan bibit secara konsisten.

  1. #hasil panen#hasil panen
  2. #kelapa sawit#kelapa sawit
Read online
File size388.54 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2LO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test