STIALANSTIALAN

Jurnal Good GovernanceJurnal Good Governance

Pelatihan kepemimpinan merupakan persyaratan dalam posisi tempat kerja. Kenyataannya, mampu menduduki posisi pertama di tempat kerja dan mengikuti diklat kepemimpinan memang tidak terlepas dari terbatasnya kemampuan menyusun anggaran pelatihan. Untuk institusi yang anggaran pendidikan dan pelatihannya terbatas, masih banyak pejabat yang belum mengikuti diklat kepemimpinan pada posisinya. Terkait dengan upaya peningkatan kualitas dan pelaksanaan diklat kepemimpinan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali sejak tahun 2017 telah mencoba membandingkan Pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV dan Tingkat III melalui Pola Kontribusi dengan Pola Kemitraan. Hasil kelulusan dalam tiga tahun terakhir 2016, 2017, dan 2019 menggambarkan bahwa nilai rata-rata kelulusan dengan perbedaan yang signifikan dan dengan metode deskriptif yang didukung oleh teori, analisis, dan data empiris dapat dibuktikan. Pola Kontribusi Jenjang Wisuda yaitu “sangat memuaskan > 41% dan nilai rata-rata nilai kelulusan > 87 jika dibandingkan dengan Pola Kemitraan peringkat kelulusan “sangat memuaskan < 21% dan nilai rata-rata kelulusan < 86. Indikasi atau penyebab bahwa dalam Penerapan Pola Kemitraan antar peserta kurang signifikan persaingan terbangun karena homogenitas yang dikelompokkan dari satu lembaga yang sama. Beranjak dari hipotesis yang ada guna mencapai kelulusan dengan nilai rata-rata yang sangat baik; hal tersebut perlu ditentukan melalui Pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Pola Kontribusi. Oleh karena itu, implementasi Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Satu Pintu perlu dilakukan secara bersamaan di Pemerintah Provinsi Bali.

Penelitian menunjukkan bahwa Pelatihan Kepemimpinan dengan Pola Kontribusi secara signifikan meningkatkan tingkat kelulusan sangat memuaskan (>41%) dan rata‑rata nilai >87, dibandingkan dengan Pola Kemitraan yang hanya mencapai <21% dan nilai <86.Implementasi Pola Kontribusi juga membantu daerah dengan anggaran terbatas mengirimkan peserta serta memenuhi standar sarana, prasarana, dan kompetensi pengelola.Dengan hasil tersebut, Pola Kontribusi diusulkan sebagai model utama untuk pelatihan satu pintu di BPSDM Provinsi Bali.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana model hibrida yang menggabungkan elemen kontribusi dan kemitraan memengaruhi motivasi peserta serta hasil pembelajaran, dengan membandingkan tingkat kepuasan dan prestasi akademik antara kedua pola. Selain itu, studi longitudinal diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang pelatihan berbasis Pola Kontribusi terhadap perkembangan karier dan kinerja pejabat, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan nilai kelulusan berhubungan dengan peningkatan efektivitas kepemimpinan di lingkungan pemerintahan. Selanjutnya, penelitian komparatif antar provinsi dengan kondisi sumber daya dan budaya berbeda dapat menguji kelayakan skalabilitas Pola Kontribusi sebagai standar nasional, memperhitungkan faktor adaptasi lokal serta efek ekonominya, sehingga kebijakan pelatihan satu pintu dapat dioptimalkan secara menyeluruh.

  1. #pelatihan kepemimpinan#pelatihan kepemimpinan
Read online
File size871.69 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-2Gd
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test