ISQIISQI

Raqib: Jurnal Studi IslamRaqib: Jurnal Studi Islam

Artikel ini membahas upaya revitalisasi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan transisi dari tradisi menuju transformasi di era global. Fokus utama kajian terletak pada pentingnya pembaruan kelembagaan, penguatan peran strategis pendidikan Islam, serta strategi adaptif yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan tuntutan zaman. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji konsep dasar lembaga pendidikan Islam, jenis dan peranannya, serta tantangan aktual yang dihadapi, mulai dari resistensi terhadap inovasi hingga keterbatasan manajerial dan sumber daya manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi bukan hanya keharusan struktural, tetapi juga panggilan nilai, di mana lembaga pendidikan Islam dituntut mampu menjadi agen transformasi sosial yang berbasis spiritualitas. Artikel ini merekomendasikan beberapa strategi kunci seperti reformasi manajemen kelembagaan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan kolaborasi lintas sektor. Kesimpulannya, revitalisasi yang berhasil harus bersifat holistik dan partisipatif agar lembaga pendidikan Islam tetap relevan dan berdaya saing dalam membentuk generasi unggul di era global.

Revitalisasi lembaga pendidikan Islam merupakan suatu keniscayaan dalam merespons dinamika global yang terus berkembang secara cepat.Lembaga pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter umat dan menyemai nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.Namun demikian, proses revitalisasi ini tidak dapat dilepaskan dari tantangan struktural seperti keterbatasan pendanaan, kurangnya kualitas sumber daya manusia, serta resistensi terhadap inovasi dalam beberapa lembaga yang masih memegang erat pola-pola tradisional secara eksklusif.Upaya revitalisasi menuntut pendekatan yang menyeluruh dan sinergis, mulai dari reformasi manajemen kelembagaan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga kolaborasi lintas sektor.Peran pemerintah, masyarakat, serta komunitas global sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap kokoh pada nilai-nilai fundamental ajaran Islam.Dengan mempertimbangkan berbagai pendekatan tersebut, revitalisasi tidak sekadar berfokus pada aspek teknis kelembagaan, melainkan juga perlu membangun kesadaran nilai dan semangat tajdid (pembaruan) di kalangan pengelola pendidikan Islam.

Untuk mendorong revitalisasi lembaga pendidikan Islam yang efektif, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan global, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai Islam. Selain itu, penting untuk meningkatkan infrastruktur dan akses teknologi dalam lembaga pendidikan Islam, agar dapat mengakomodasi kebutuhan pendidikan di era digital. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi kunci dalam proses revitalisasi, dengan memberikan pelatihan yang relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Reformasi manajemen kelembagaan yang transparan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi juga diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi pendidikan Islam di era global. Dengan pendekatan yang holistik dan partisipatif, lembaga pendidikan Islam dapat tetap relevan dan berdaya saing dalam membentuk generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan zaman.

  1. #lembaga pendidikan#lembaga pendidikan
  2. #fungsi sosial#fungsi sosial
Read online
File size361.11 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2FS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test