STAI ALISTAI ALI

Efada : Jurnal Pengabdian MasyarakatEfada : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran yang berada di tengah masyarakat, lembaga ini berperan sangat penting dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran sejak usia dini. Sehingga, dalam proses pembelajarannya menitikberatkan pada membaca Al-Quran dengan ditambah orientasi untuk pembentukan akhlak dan kepribadian Islamiyah pada diri anak. Dalam TPQ juga, anak didik diharapkan tidak hanya cerdas secara intelek dan emosional akan tetapi juga cerdas dalam hal rohani yang mulai dibangun sejak usia dini. Melalui TPQ yang telah tersebar di berbagai daerah, ini telah memberikan andil yang besar dalam pengenalan Al-Quran kepada generasi muda kaum muslimin. Agar pelaksanaan program kerja berjalan dengan baik Pelaksaaan dan metode yang penulis gunakan adalah melakukan empat tahap pendekatan, yaitu; tahap sosialisasi; tahap persiapan dan perencanaan; tahap pelaksanaan; tahap evaluasi. Kegiatan yang dilakukan oleh KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya untuk mengoptimalisasi Taman Pembelajaran Al-Quran di dusun Randusari, desa Watusigar, kec Ngawen, gunungkidul, selama 4 pekan tehitung dari tanggal 1 sampai 31 Januari 2024 yang bertempat di masjid Agung Randusari dan kami mengadakan kegiatan bimbingan belajar yang juga bertempat di masjid Agung Randusari. Waktu pelaksanaan TPA lima kali dalam sepekan : senin, selasa, rabu ,kamis ,jumat dan sabtu di sore hari, program kerja yang kami lakukan diantranya adalah mengajar TPQ, dan kajian tauhid.

Berdasarkan analisis, masalah utama TPA Nur Hidayah di Masjid Agung Randusari adalah kurangnya pengajar dan bahan pembelajaran, sehingga kegiatan tidak optimal.Mahasiswa KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya meningkatkan optimalisasi dengan mengajar secara rutin, menyampaikan ilmu tajwid, pengetahuan Islam, dan doa harian serta menyelenggarakan kajian serial Aqidah.Diharapkan masyarakat sekitar lebih memperhatikan pendidikan agama anak sejak dini, karena pembelajaran Al‑Quran yang konsisten dapat menumbuhkan motivasi dan pemahaman penting bagi mereka.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana program pelatihan berkelanjutan bagi guru TPA di wilayah Gunungkidul dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan retensi tenaga pengajar, dengan membandingkan model pelatihan intensif selama tiga bulan versus pendekatan mentor‑siswa yang berlangsung selama satu tahun. Selanjutnya, diperlukan studi untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan materi digital interaktif berbasis aplikasi mobile dalam pembelajaran Iqra dan tajwid pada anak usia dini, khususnya mengukur peningkatan kemampuan membaca Al‑Quran dibandingkan metode konvensional berbuku. Penelitian ketiga dapat mengeksplorasi peran keterlibatan komunitas lokal, termasuk orang tua dan tokoh agama, dalam mendukung keberlanjutan TPA melalui mekanisme sukarela dan pendanaan mikro, serta mengidentifikasi faktor‑faktor sosial yang mempengaruhi partisipasi aktif. Hasil dari ketiga kajian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi kebijakan pendidikan agama di tingkat desa, sehingga TPA dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

  1. Optimalisasi TPA Masjid Agung Randusari Melalui Mahasiswa KKN STAI Ali Bin Abi Thalib Di Dusun Randusari... doi.org/10.54214/efada.Vol1.Iss2.729Optimalisasi TPA Masjid Agung Randusari Melalui Mahasiswa KKN STAI Ali Bin Abi Thalib Di Dusun Randusari doi 10 54214 efada Vol1 Iss2 729
Read online
File size387.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test