UNSRATUNSRAT
JMUOJMUONymphalidae merupakan famili yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan dengan famili lainnya. Kupu-kupu tersebut dalam suatu ekosistem memiliki peran yang penting yaitu sebagai polinator dalam penyerbukan, dan dapat dijadikan bioindikator lingkungan. Data kelimpahan dan keanekaragaman kupu-kupu Nymphalidae pada kawasan hutan Kuwil pada saat ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman spesies kupu-kupu famili Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil Minahasa Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek. Penempatan transek pada setiap habitat dilakukan secara Purposive Random Sampling. Tipe habitat pada lokasi penelitian adalah pinggir sungai, hutan dan kebun. Pengambilan sampel dilakukan sepanjang garis transek menggunakan sweepnet. Komposisi spesies Nymphaldae ditemukan sebanyak 21 spesies dan 208 individu. Spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi adalah Parthenos shylvia dan Idea blnchardii. Analisis keanekaragaman didapatkan kelimpahan spesies Nymphalidae pada habitat pinggir sungai sebesar 101 individu, hutan 70 individu, dan kebun 37 individu. Indeks keanekargaman spesies di pinggir sungai 2,55, hutan 2,41 dan kebun 2,03. Indeks kekayaan spesies pinggir sungai 3,25, hutan 3,06 dan kebun 2,49. Indek kemarataan spesies pinggir sungai memiliki nilai yang sama dengan hutan yaitu sebesar 0,91, sedangkan pada kebun sebesar 0,88. Berdasarkan nilai tersebut didapatkan bahwa kelimpahan, indeks kekayaan dan indeks keanekaragaman spesies kupu-kupu Nymhalidae tertinggi ditemukan pada habitat pinggir sungai.
Hasil penelitian ditemukan sebanyak 21 spesies Nymphalidae dengan jumlah individu sebanyak 208 Individu.Spesies paling banyak didapatkan adalah Parthenos shylvia sebanyak 42 individu (20,19%).Spesies Parthenos shylvia yang ditemukan memiliki ciri-ciri bagian dorsal dan ventral dominan berwarna orange, mempunyai corak hitam dan corak putih pada bagian pangkal dan ujung sayap.Spesies tersebut dominan didapatkan pada semua habitat.Spesies berikutnya yang banyak ditemukan adalah Idea blanchardii (22 individu atau 10.Idea blanchardii memiliki ciri-ciri bagian ventral dan dorsal dominan berwarna putih gading dan mempunyai corak hitam bergaris.Spesies yang paling sedikit ditemukan adalah Neptis ida dengan jumlah 2 individu (0,96%) (Tabel 1).Neptis ida dengan ciri-ciri bagian dorsal berwarna dominan cokelat kehitaman mempunyai corak putih dan warna hitam pada bagian ujung sayap.Jumlah spesies Nymphalidae yang ditemukan di Hutan Kota Kuwil baru mencapai 10,99% (21 spesies ditemukan/191 spesies yang ada di sulawesi x 100%) dari seluruh spesies Nymphalidae yang terdapat di Pulau Sulawesi.Vane-Wright & de Jong (2003) melaporkan bahwa jumlah spesies famili Nymphalidae yang ditemukan di Pulau Sulawesi sebanyak 191 spesies.Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah spesies kupu-kupu anggota Nymphalidae ini jauh lebih banyak yang didapatkan dibandingkan dengan hutan kota lainnya yang terdapat di Minahasa Utara.Hasil penelitian kupu-kupu pada beberapa hutan kota di Minahasa Utara didapatkan spesies Nymphalidae pada Hutan Kota Kaki Dian 18 spesies, Hutan Kota Kenangan 12 spesies dan di Hutan Kota Talise hanya 9 spesies Nymphalidae (Koneri et al.Perbedaan jumlah spesies yang ditemukan sangat tergantung faktor seperti kompleksitas struktur vegetasi penyusun hutan kota, lama pengambilan sampel, luas kawasan hutan kota dan waktu pengambilan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara keanekaragaman kupu-kupu Nymphalidae dengan ketersediaan sumber makanan dan struktur habitat di Hutan Kota Kuwil. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis hubungan antara keanekaragaman kupu-kupu dengan jenis dan jumlah tumbuhan pakan yang tersedia di setiap habitat. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi keanekaragaman kupu-kupu, seperti kondisi mikrohabitat, ketersediaan sumber nektar, dan interaksi antar spesies. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika keanekaragaman kupu-kupu Nymphalidae di Hutan Kota Kuwil dan kontribusinya terhadap ekosistem setempat.
| File size | 671.75 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai bahan dalam formulasi emulgel ekstrak kulit kayu manis akan menghasilkan hasil yang beragam terkaitHasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai bahan dalam formulasi emulgel ekstrak kulit kayu manis akan menghasilkan hasil yang beragam terkait
UnwahasUnwahas Gel EEBK memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan aktivitas antioksidan. Aktivitas antibakteri dan antioksidan terbaik ditunjukkanGel EEBK memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan aktivitas antioksidan. Aktivitas antibakteri dan antioksidan terbaik ditunjukkan
UnwahasUnwahas Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan minyak alpukat pada kulit dalam berbagai formula. Tinjauan artikel pada penelitian ini dilakukanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan minyak alpukat pada kulit dalam berbagai formula. Tinjauan artikel pada penelitian ini dilakukan
UNSOEDUNSOED Aktivitas tabir surya sampel diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 290-375 nm, dan nilai SPF, %Te, serta %Tp dihitung.Aktivitas tabir surya sampel diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 290-375 nm, dan nilai SPF, %Te, serta %Tp dihitung.
UNSOEDUNSOED Penelitian ini menyimpulkan bahwa formula krim tabir surya yang dibuat dari kombinasi ekstrak etanol kulit bawang putih, ekstrak metanol kulit bawang Bombay,Penelitian ini menyimpulkan bahwa formula krim tabir surya yang dibuat dari kombinasi ekstrak etanol kulit bawang putih, ekstrak metanol kulit bawang Bombay,
STIK SAMSTIK SAM Komposisi setil alkohol dan propilenglikol dioptimasi menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13 dengan parameter uji daya sebar, daya lekat, danKomposisi setil alkohol dan propilenglikol dioptimasi menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 13 dengan parameter uji daya sebar, daya lekat, dan
STIK SAMSTIK SAM Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberianTujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberian
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Oleh karena itu, isolat dikategorikan sebagai tabir surya dengan tingkat perlindungan minimal. Hasil karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-VisOleh karena itu, isolat dikategorikan sebagai tabir surya dengan tingkat perlindungan minimal. Hasil karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis
Useful /
PDSIPDSI Sistem pendukung keputusan adalah sistem yang dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam penentuan peringkat dengan cepat serta dapat mengetahui nilaiSistem pendukung keputusan adalah sistem yang dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam penentuan peringkat dengan cepat serta dapat mengetahui nilai
PDSIPDSI 5 dan dibantu dengan software RapidMiner. Data Mining merupakan proses yang digunakan untuk mengidentifikasi informasi yang bermanfaat dari berbagai database5 dan dibantu dengan software RapidMiner. Data Mining merupakan proses yang digunakan untuk mengidentifikasi informasi yang bermanfaat dari berbagai database
PDSIPDSI Variabel yang paling dominan terhadap faktor penyebab mahasiswa tidak komunikatif adalah faktor Dosen dengan nilai gain sebesar 0,2424241. Hasil pengujianVariabel yang paling dominan terhadap faktor penyebab mahasiswa tidak komunikatif adalah faktor Dosen dengan nilai gain sebesar 0,2424241. Hasil pengujian
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1. perencanaan, 2. pelaksanaan, 3. observasi, dan 4. evaluasi dan refleksi. HasilPenelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1. perencanaan, 2. pelaksanaan, 3. observasi, dan 4. evaluasi dan refleksi. Hasil