BALIDWIPABALIDWIPA
Focus Journal Law ReviewFocus Journal Law ReviewPerlindungan hukum terhadap profesi terapis gigi dan mulut dalam melaksanakan tindakan medis sering kurang mendapat perhatian karena dalam kondisi tertentu terapis gigi dan mulut melakukan tindakan yang berada di luar kewenangannya, tetapi merupakan wewenang dokter gigi. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Terapis Gigi dan Mulut mengatur kompetensi serta kewenangan terapis gigi dan mulut dalam prosedur medis. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan bagaimana delegasi wewenang dari dokter gigi kepada terapis gigi dan mulut dalam melaksanakan tindakan medis ditinjau dari aspek hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan yang berlaku dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delegasi wewenang dokter gigi kepada terapis gigi dan mulut dalam tindakan medis diperbolehkan secara tertulis sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 2052 Tahun 2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran, yang menyatakan dokter dapat melimpahkan tindakan medis atau kedokteran gigi kepada perawat, bidan, atau tenaga kesehatan tertentu. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2016, terapis gigi dan mulut dapat memberikan pelayanan di bawah supervisi berupa delegasi wewenang tertulis dari dokter gigi. Dua landasan hukum tersebut memberikan kejelasan dan perlindungan hukum bagi dokter gigi serta terapis gigi dan mulut dalam melaksanakan tindakan medis.
Terapis gigi dan mulut sering melaksanakan instruksi dokter gigi tanpa memperhatikan batasan kewenangan yang jelas, termasuk melakukan tindakan medis yang merupakan wewenang dokter tanpa mandat tertulis.Delegasi wewenang dari dokter gigi kepada terapis gigi dan mulut harus dilakukan secara tertulis dan hanya berlaku untuk tindakan yang sesuai dengan kompetensi penerima delegasi, serta tetap berada di bawah pengawasan dokter.Dengan pelaksanaan delegasi wewenang yang sesuai peraturan perundang-undangan, baik dokter gigi maupun terapis gigi dan mulut mendapatkan perlindungan hukum dan pelayanan kesehatan gigi serta mulut kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas penerapan delegasi wewenang tertulis di fasilitas pelayanan kesehatan primer, seperti puskesmas tanpa dokter gigi, untuk mengetahui sejauh mana protokol hukum dijalankan dalam praktik sehari-hari dan faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Kedua, penting untuk mengevaluasi kompetensi terapis gigi dan mulut setelah menerima delegasi wewenang melalui penilaian kinerja secara berkala, sehingga dapat dikaji apakah pelatihan tambahan atau sistem sertifikasi khusus diperlukan untuk mendukung tindakan klinis di luar kewenangan dasar mereka. Ketiga, perlu dikaji kerangka hukum yang mengatur pertanggungjawaban hukum ketika terjadi malpraktik akibat delegasi wewenang, khususnya dalam menentukan batas kewajiban dokter sebagai pemberi mandat dan posisi hukum terapis gigi dan mulut sebagai pelaksana tindakan, agar sistem pertanggungjawaban menjadi lebih jelas dan adil bagi semua pihak terkait. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan dalam kajian ini dengan menggali aspek implementasi, kompetensi, dan perlindungan hukum secara lebih mendalam, serta membantu memperkuat sistem pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang andal dan berbasis hukum.
| File size | 223.69 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-2FF |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
PTTIPTTI Program ini melibatkan mahasiswa universitas sebagai agen perubahan, memberikan pendidikan dan intervensi kepada anak-anak mengenai pentingnya perawatanProgram ini melibatkan mahasiswa universitas sebagai agen perubahan, memberikan pendidikan dan intervensi kepada anak-anak mengenai pentingnya perawatan
HTPHTP Desain studi adalah cross sectional. Populasi adalah tenaga kesehatan yang bertugas di pelayanan kesehatan primer di kota Balikpapan meliputi dokter umum,Desain studi adalah cross sectional. Populasi adalah tenaga kesehatan yang bertugas di pelayanan kesehatan primer di kota Balikpapan meliputi dokter umum,
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Tak hanya itu mahasiswa juga dapat merealisasikan rasa ingin tahunya, mereka melalui prosedur yang sistematis, yaitu dengan identifikasi masalah, observasi,Tak hanya itu mahasiswa juga dapat merealisasikan rasa ingin tahunya, mereka melalui prosedur yang sistematis, yaitu dengan identifikasi masalah, observasi,
KARYAKESEHATANKARYAKESEHATAN Meskipun demikian, pemeriksaan intraoral masih menemukan masalah kesehatan gigi, seperti karies dan gigi yang perlu dicabut, yang menunjukkan perlunyaMeskipun demikian, pemeriksaan intraoral masih menemukan masalah kesehatan gigi, seperti karies dan gigi yang perlu dicabut, yang menunjukkan perlunya
MARANATHAMARANATHA Kondisi ini dapat ditatalaksana dengan pembedahan, tetapi diperlukan skrining kesehatan mulut preoperatif untuk menghilangkan sumber infeksi oral. LaporanKondisi ini dapat ditatalaksana dengan pembedahan, tetapi diperlukan skrining kesehatan mulut preoperatif untuk menghilangkan sumber infeksi oral. Laporan
MARANATHAMARANATHA Faktor seperti ukuran partikel, bentuk nanopartikel, dan waktu pencampuran memengaruhi kekuatan tekan serta kekerasan semen secara signifikan. Dengan temuanFaktor seperti ukuran partikel, bentuk nanopartikel, dan waktu pencampuran memengaruhi kekuatan tekan serta kekerasan semen secara signifikan. Dengan temuan
MARANATHAMARANATHA Hilangnya gigi M1 terlalu dini dapat berdampak langsung dan menyebabkan maloklusi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kerusakan gigi M1 rahangHilangnya gigi M1 terlalu dini dapat berdampak langsung dan menyebabkan maloklusi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kerusakan gigi M1 rahang
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Jenis kebiasaan buruk oral yang paling banyak adalah minum susu dengan botol sebanyak 46 anak. Terdapat hubungan bermakna antara cemas, emosi, takut, lapar,Jenis kebiasaan buruk oral yang paling banyak adalah minum susu dengan botol sebanyak 46 anak. Terdapat hubungan bermakna antara cemas, emosi, takut, lapar,
Useful /
UNIPARUNIPAR 2) Unsur-unsur yang dinilai dalam pembelajaran matematika adalah ulangan harian, ulangan tengah semester, tugas, dan ulangan akhir semester. 3) Jenis instrumen2) Unsur-unsur yang dinilai dalam pembelajaran matematika adalah ulangan harian, ulangan tengah semester, tugas, dan ulangan akhir semester. 3) Jenis instrumen
UNUSAUNUSA Selain itu, data penyaringan sindrom metabolik dan DM dianalisis menggunakan kit immunokromatografi aliran balik cepat untuk glutamat decarboxylase 65Selain itu, data penyaringan sindrom metabolik dan DM dianalisis menggunakan kit immunokromatografi aliran balik cepat untuk glutamat decarboxylase 65
MARANATHAMARANATHA Sosis hati ayam dibuat dalam 6 formula dan 1 formula kontrol. Didapatkan tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur paling tinggi berturut-turutSosis hati ayam dibuat dalam 6 formula dan 1 formula kontrol. Didapatkan tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur paling tinggi berturut-turut
IAISAMBASIAISAMBAS Dalam mempelajari sejarah pemikiran ekonomi Islam secara khusus dan sejarah pemikiran Islam secara umum, perlu diluruskan kembali dan disampaikan faktaDalam mempelajari sejarah pemikiran ekonomi Islam secara khusus dan sejarah pemikiran Islam secara umum, perlu diluruskan kembali dan disampaikan fakta