EBSINAEBSINA
Jurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaJurnal Kesehatan Komunitas IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak relaksasi otot progresif (ROP) terhadap nyeri sendi pada lansia di Wisma Melati UPT PSTW Jember. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi-eksperimen menggunakan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel diambil dengan purposive sampling, yaitu sembilan lansia di Wisma Melati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 77,11 tahun (SD=5,732), dengan rentang usia 70-90 tahun. Rata-rata nilai skala nyeri sebelum relaksasi otot progresif adalah 3,44 dengan nilai minimum 2 dan maksimum 5. Setelah relaksasi otot progresif, rata-rata nilai skala nyeri turun menjadi 2,67 dengan nilai minimum 0 (tidak merasakan nyeri) dan maksimum 5. Hasil analisis uji t-test paired sample menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p<0,005) antara skala nyeri sebelum dan setelah relaksasi otot progresif. Hal ini menunjukkan adanya perubahan atau perbedaan dalam penurunan skala nyeri sebelum dan setelah pemberian terapi relaksasi otot progresif (ROP) pada lansia.
Penuaan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari, dan pada lanjut usia (lansia) terjadi penurunan pada sistem muskuloskeletal.Perubahan ini ditandai dengan nyeri dan kekakuan pada satu atau lebih sendi, biasanya pada tangan, pergelangan tangan, kaki, lutut, panggul, dan bahu.Tindakan untuk meredakan nyeri sendi tidak hanya secara farmakologi, tetapi juga secara non-farmakologi seperti teknik relaksasi otot progresif (ROP).Teknik relaksasi otot progresif adalah terapi peregangan dan peleloasan kelompok otot yang menghasilkan sensasi berbeda yang membuat perasaan rileks secara fisik.Penelitian ini menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan skala nyeri sendi pada lansia.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara teknik relaksasi otot progresif dengan intervensi non-farmakologi lainnya dalam mengurangi nyeri sendi pada lansia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada populasi lansia yang lebih beragam, termasuk lansia dengan kondisi kesehatan dan tingkat aktivitas fisik yang berbeda. Studi longitudinal juga dapat dilakukan untuk melihat efek jangka panjang dari relaksasi otot progresif terhadap nyeri sendi pada lansia.
| File size | 351.3 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI Hasil analisis didapatkan bahwa terdapat efektifitas massage euffleurage dan abdominal lifting terhadap pengurangan skala nyeri persalinan kala I faseHasil analisis didapatkan bahwa terdapat efektifitas massage euffleurage dan abdominal lifting terhadap pengurangan skala nyeri persalinan kala I fase
PEDSCIJPEDSCIJ Pasien pediatrik kritis harus dievaluasi terhadap nyeri dan kenyamanan. Berbagai skala penilaian telah divalidasi untuk menilai nyeri serta kenyamananPasien pediatrik kritis harus dievaluasi terhadap nyeri dan kenyamanan. Berbagai skala penilaian telah divalidasi untuk menilai nyeri serta kenyamanan
INSPIRAINSPIRA Y yaitu 25 dalam kategori regenrasi. Setelah dilakukan penerapan perawatan luka dengan madu skala luka responden Tn. S yaitu 12 dalam kategori jaringanY yaitu 25 dalam kategori regenrasi. Setelah dilakukan penerapan perawatan luka dengan madu skala luka responden Tn. S yaitu 12 dalam kategori jaringan
INSPIRAINSPIRA Hasil: Ada penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada Tn. P dari 154 mg/dl menjadi 141 mg/dl dan pada Ny. S dari 326 mg/dl menjadi 217 mg/dl. Kesimpulan:Hasil: Ada penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada Tn. P dari 154 mg/dl menjadi 141 mg/dl dan pada Ny. S dari 326 mg/dl menjadi 217 mg/dl. Kesimpulan:
INSPIRAINSPIRA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan pijat laktasi terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan pijat laktasi terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum. Penelitian ini menggunakan
INSPIRAINSPIRA Kesimpulan: Kesimpulannya, guided imagery dapat mengurangi rasa sakit bagi penderita asam urat. Pasien dengan asam urat disarankan untuk melakukan terapiKesimpulan: Kesimpulannya, guided imagery dapat mengurangi rasa sakit bagi penderita asam urat. Pasien dengan asam urat disarankan untuk melakukan terapi
INSPIRAINSPIRA Kondisi kelemahan dapat menyebabkan pasien pasca stroke mengalami kesulitan dalam beraktivitas, sehingga adaptasi dan mekanisme pertahanan diri menjadiKondisi kelemahan dapat menyebabkan pasien pasca stroke mengalami kesulitan dalam beraktivitas, sehingga adaptasi dan mekanisme pertahanan diri menjadi
STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN Uji paired t-test menunjukkan ada perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan posisi semi fowler dengan ρ value 0,000 dan posisi fowler ρUji paired t-test menunjukkan ada perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan posisi semi fowler dengan ρ value 0,000 dan posisi fowler ρ
Useful /
EBSINAEBSINA Dengan demikian, terapi kompresi dapat dianggap praktis untuk mengurangi edema ekstremitas bawah pada pasien gagal jantung. Penelitian ini menyarankanDengan demikian, terapi kompresi dapat dianggap praktis untuk mengurangi edema ekstremitas bawah pada pasien gagal jantung. Penelitian ini menyarankan
EBSINAEBSINA Lansia di panti jompo menghadapi berbagai masalah seperti penurunan kondisi fisik dan kesehatan akibat proses penuaan yang berdampak pada kesejahteraanLansia di panti jompo menghadapi berbagai masalah seperti penurunan kondisi fisik dan kesehatan akibat proses penuaan yang berdampak pada kesejahteraan
EBSINAEBSINA This was influenced by several factors, such as excessive exposure to information on social media, fatigue from using social media, as well as academicThis was influenced by several factors, such as excessive exposure to information on social media, fatigue from using social media, as well as academic
UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR Faktor penghambatnya: konsistensi pihak penyelenggara, kondisi buku yang mulai rusak karena termakan usia, serta terbatasnya jumlah koleksi buku fiksiFaktor penghambatnya: konsistensi pihak penyelenggara, kondisi buku yang mulai rusak karena termakan usia, serta terbatasnya jumlah koleksi buku fiksi