UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi IslamJurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk implementasi gerakan literasi sekolah, faktor pendukung dan faktor penghambat serta untuk mengetahui peran perpustakaan terhadap pelaksanaan GLS sebagai upaya meningkatkan keterampilan membaca dan menulis di SMA Negeri 3 Batusangkar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, sumber dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk implementasi GLS di SMA Negeri 3 Batusangkar berupa program yang berkaitan dengan literasi membaca, menulis dan berbicara bagi siswa. Faktor pendukung: peran aktif warga sekolah, program, siswa, dukungan dari orang tua dan komite sekolah, lingkungan sekolah yang kondusif, fasilitas. Faktor penghambatnya: konsistensi pihak penyelenggara, kondisi buku yang mulai rusak karena termakan usia, serta terbatasnya jumlah koleksi buku fiksi untuk penunjang Gerakan Literasi Sekolah di pojok literasi, tidak semua siswa memiliki minat dan kecintaan yang sama terhadap literasi, alokasi waktu, dan sosialisasi program GLS. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan GLS yaitu perpustakaan berperan sebagai sumber informasi, perpustakaan berperan dalam menghimpun karya siswa dan melestarikannya, perpustakaan berperan sebagai lembaga pendidikan non formal.

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 3 Batusangkar dilakukan melalui program literasi membaca, menulis, dan berbicara.Faktor pendukung mencakup partisipasi warga sekolah, lingkungan yang kondusif, serta dukungan orang tua.Namun, kendala seperti kondisi buku yang rusak dan minat siswa yang beragam memengaruhi efektivitas program.Perpustakaan berperan sebagai sumber informasi, pengumpul karya siswa, dan lembaga pendidikan non formal.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang pengaruh kondisi buku terhadap partisipasi siswa dalam program GLS. Kedua, analisis peran orang tua dalam mempertahankan budaya literasi melalui program Parenting Local. Ketiga, evaluasi strategi alokasi waktu untuk mengoptimalkan kegiatan literasi. Penelitian ini dapat menghasilkan inovasi dalam mengatasi kendala yang ada, meningkatkan partisipasi siswa, dan memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan perpustakaan. Selain itu, studi tentang pengembangan keterampilan menulis melalui program kompilasi essay dan autobiografi bisa menjadi arah baru. Penelitian juga perlu mempertimbangkan peran teknologi dalam mendukung literasi sekolah, terutama dalam menyediakan akses buku digital. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, GLS dapat menjadi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa.

  1. #madrasah aliyah#madrasah aliyah
  2. #institut agama#institut agama
Read online
File size184.4 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1yQ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test