INSPIRAINSPIRA

INDOGENIUSINDOGENIUS

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien lansia dengan asam urat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah pasien lansia dengan asam urat. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Data disajikan dalam bentuk naratif dan tabel distribusi frekuensi. Tempat penelitian ini di wilayah kerja Puskesmas Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Hasil: Sebelum diberikan terapi guided imagery, skala nyeri pada responden 1 dan 2 yaitu 7 (nyeri berat) dan 6 (nyeri sedang). Setelah diberikan terapi selama 3 hari skala nyeri kedua pasien menurun menjadi 3 (nyeri ringan). Kesimpulan: Kesimpulannya, guided imagery dapat mengurangi rasa sakit bagi penderita asam urat. Pasien dengan asam urat disarankan untuk melakukan terapi guided imagery selama 5-10 menit untuk menurunkan skala nyeri.

Kesimpulannya adalah bahwa terdapat pengaruh dalam penerapan terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien lansia dengan asam urat.Meskipun terdapat penurunan skala nyeri pada kedua klien, harus diperhatikan pada lingkungan maupun posisi klien agar klien pada saat terapi dapat fokus pada bayangannya.Bagi klien dengan keluhan nyeri baik asam urat maupun nyeri lainnya diharapkan dapat melakukan terapi guided imagery secara mandiri di rumah ketika nyeri muncul, serta bagi peneliti lain diharapkan terdapat pengembangan dalam penerapan terapi guided imagery selanjutnya agar lebih efektif.

Dari data penelitian ini, beberapa ide penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi tentang pengaruh kombinasi guided imagery dengan metode terapi lain, seperti pemijatan atau kompres hangat, terhadap penurunan nyeri kronis pada pasien asam urat. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas guided imagery pada pasien lansia dengan komorbiditas berbeda, seperti diabetes atau hipertensi, yang juga rentan mengalami gangguan sendi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran lingkungan terapeutik optimal, misalnya penggunaan pencahayaan lembut atau suara alam, dalam meningkatkan fokus dan efek relaksasi selama sesi guided imagery. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, penelitian lanjutan dapat menghasilkan protokol terapi yang lebih holistik dan khusus untuk kebutuhan berbagai populasi pasien.

  1. Efektivitas Penerapan Guided Imagery terhadap Penurunan Rasa Nyeri Pasien Gastritis | Jurnal Penelitian... doi.org/10.37287/jppp.v3i1.389Efektivitas Penerapan Guided Imagery terhadap Penurunan Rasa Nyeri Pasien Gastritis Jurnal Penelitian doi 10 37287 jppp v3i1 389
  2. Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) | Jurnal Teknologi dan Informasi. vol jurnal... doi.org/10.34010/jati.v11i2Vol 11 No 2 2021 Jurnal Teknologi dan Informasi JATI Jurnal Teknologi dan Informasi vol jurnal doi 10 34010 jati v11i2
  3. EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT DAUN KELOR TERHADAP NYERI ASAM URAT PADA LANSIA DI DESA KENTENG,NOGOSARI,... jurnal.stikesmus.ac.id/index.php/avicenna/article/view/422EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT DAUN KELOR TERHADAP NYERI ASAM URAT PADA LANSIA DI DESA KENTENG NOGOSARI jurnal stikesmus ac index php avicenna article view 422
  1. #produksi asi#produksi asi
  2. #asam urat#asam urat
Read online
File size727.88 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2em
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test