STKIP BIMASTKIP BIMA
ESESPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembentukan habituasi literasi baca tulis siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN INPRES 1 NARU SAPE. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dan observasi langsung. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 4 orang siswa, kepala sekolah, penanggung jawab pelaksanaan literasi dan 2 orang guru. Uji validitas data menggunakan triangangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis Cresswell yang terdiri dari tahapan: menyiapkan data, mengeksplorasi data, mengkoding data, mendeskripsikan melalui narasi dan menginterpretasi data atau memaknai data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan habituasi literasi baca tulis siswa melalui GLS dilakukan melalui tiga fase. Habituasi ialah bentuk pembiasaan yang dilakukan melalui pengalaman dan pengajaran. Kegiatan literasi melalui GLS sengaja dilakukan oleh pihak sekolah untuk membentuk siswa yang literat dengan harapan siswa mampu meraih prestasi yang akan memperkuat posisi SDN INPRES 1 NARU sebagai sekolah rujukan. Rangkaian proses pembentukan habituasi dimulai dengan pemahaman kognitif kemudian akan menyatu dengan gagasan pikiran sebelumnya dan dipelajari dalam waktu yang lama dan panjang hingga diekspresikan menjadi perilaku yang terpola. Pembentukan habituasi baca tulis siswa melalui GLS yaitu, fase pertama, dilakukan dengan memberi pemahaman pada siswa melalui pikirannya melalui sosialisasi dan dibenturkan dengan idealisme sekolah sebagai penggeraknya. Fase kedua, yaitu siswa diberikan latihan sebagai bentuk pembudayaan yaitu melalui (1) tahap pembiasaan yang terdiri dari kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dan penciptaan lingkungan fisik yang literat yaitu pojok baca, taman baca serta perpustakaan sekolah, (2) tahap pengembangan melalui kegiatan talkshow atau seminar literasi , (3) tahap pembelajaran yaitu produk tulisan yang dihasilkan siswa. Fase ketiga, yaitu terpola, yaitu siswa memiliki bentuk kesadaran dalam hal literasi dan manfaatnya, sehingga kegiatan literasi yang dibiasakan di sekolah dilakukan siswa ketika berada diluar sekolah, seperti keaktifan siswa dalam berdiskusi bersama guru maupun teman baik didalam maupun luar pembelajaran dan mengikutsertakan tulisannya dalam ajang perlombaan.
Literasi dasar perlu dibatinkan, dikhayatkan, di masyarakatkan dan di budayakan kepada seluruh individu, anggota masyarakat dan warga bangsa Indonesia agar mereka menguasai dan memiliki kemampuan literasi dasar yang baik.Penguasaan dan tingkat literasi dasar yang baik, memainkan peran yang bermakna dalam kehidupan bersama, tetapi juga membuat mereka sanggup beradaptasi dalam percaturan hidup bersama pada tataran lokal, nasional, regional dan global sekaligus.Disinilah perlu di wujudkan literasi bagi semua agar terbentuk masyarakat literasi dan budaya literasi di Indonesia.Gerakan literasi sekolah di SDN INPRES 1 NARU ini diharapkan dapat mewujudkan individu, anggota masyarakat dan warga bangsa yang literat yaitu menguasai dan mempunyai tingkat literasi dasar dengan baik, sehingga mereka dapat menjadi penopang kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia di samping kemajuan pendidikan dan kebudayaan nasional Indonesia khususnya.Literasi baca tulis sangat fundamental dan strategis karena literasi ini tidak hanya mendasari makna keseluruhan jenis literasi yang ada sekarang, tetapi juga menjadi soko guru atau tiang pokok jenis-jenis literasi lainnya dan menjiwai macam-macam literasi lainnya.Sehingga literasi baca tulis sebagai penyana terwujudnya masyarakat baca tulis dan budaya baca tulis.Konsekuensinya, semua individu, anggota masyarakat dan warga bangsa Indonesia perlu menguasai literasi baca tulis dengan baik agar mereka menjadi penyangga dan penjaga keberadaan dan kemajuan masyarakat baca tulis dan budaya baca tulis.Oleh karena itu, dalam konteks ini, literasi baca tulis di SDN INPRES 1 NARU SAPE sudah mulai ditanamkan, dibiasakan dan dibudayakan diranah sekolah, keluarga dan masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk meningkatkan literasi baca tulis siswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai metode dan pendekatan yang dapat digunakan dalam GLS, seperti penggunaan teknologi, kolaborasi dengan komunitas lokal, atau pengembangan kurikulum yang lebih terintegrasi dengan literasi. Selain itu, penelitian lanjutan dapat juga menyelidiki dampak jangka panjang dari GLS terhadap prestasi akademik dan perkembangan kognitif siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih komprehensif dalam upaya meningkatkan literasi baca tulis di sekolah.
| File size | 307.29 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
CAHAYA ICCAHAYA IC Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan ibu, pemanfaatan pemantauan digital, perilaku pengawasan pertumbuhanTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan ibu, pemanfaatan pemantauan digital, perilaku pengawasan pertumbuhan
UNWAHAUNWAHA Kegiatan juga ditutup dengan deklarasi anti-bullying sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Dengan demikian,Kegiatan juga ditutup dengan deklarasi anti-bullying sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Dengan demikian,
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Kerjasama strategis dengan forum kampus Islam perlu dilakukan untuk memperkuat kapasitas bank syariah. Kajian ini merekomendasikan kerjasama strategisKerjasama strategis dengan forum kampus Islam perlu dilakukan untuk memperkuat kapasitas bank syariah. Kajian ini merekomendasikan kerjasama strategis
UMUM Disparitas ini mengindikasikan bahwa internalisasi literasi keuangan masih parsial dan belum mencapai tahap aplikasi komprehensif, seperti yang ditekankanDisparitas ini mengindikasikan bahwa internalisasi literasi keuangan masih parsial dan belum mencapai tahap aplikasi komprehensif, seperti yang ditekankan
UNMUNM Selain manfaat pedagogisnya, studi ini mencakup evaluasi ekonomi produksi media pembelajaran pohon literasi menggunakan kertas daur ulang, menyoroti baikSelain manfaat pedagogisnya, studi ini mencakup evaluasi ekonomi produksi media pembelajaran pohon literasi menggunakan kertas daur ulang, menyoroti baik
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca siswa dari pra-siklus hingga siklus II. Setelah diterapkan pendekatan multimodalHasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca siswa dari pra-siklus hingga siklus II. Setelah diterapkan pendekatan multimodal
UNCMUNCM Sampel penelitian yaitu sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, angket serta dokumentasi. Dari hasil analisisSampel penelitian yaitu sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, angket serta dokumentasi. Dari hasil analisis
STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN Pemilik dan manajer UMKM perlu terus belajar dan memperbarui pengetahuan keuangan untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan meningkatkan keberlanjutanPemilik dan manajer UMKM perlu terus belajar dan memperbarui pengetahuan keuangan untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan meningkatkan keberlanjutan
Useful /
UMUM Penelitian terbatas pada fase analisis dan desain, tanpa implementasi dan evaluasi pengguna. Hasilnya menunjukkan bahwa media yang dirancang dapat mengurangiPenelitian terbatas pada fase analisis dan desain, tanpa implementasi dan evaluasi pengguna. Hasilnya menunjukkan bahwa media yang dirancang dapat mengurangi
UMUM This lack of engagement contributes to students difficulties in reading and analyzing historical sources. Consequently, the research advocates for integratingThis lack of engagement contributes to students difficulties in reading and analyzing historical sources. Consequently, the research advocates for integrating
UMUM Proses pembelajaran melibatkan internalisasi nilai-nilai budaya dan penggunaan bahasa Bali sesuai tingkatannya, dengan tujuan melestarikan bahasa BaliProses pembelajaran melibatkan internalisasi nilai-nilai budaya dan penggunaan bahasa Bali sesuai tingkatannya, dengan tujuan melestarikan bahasa Bali
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Evaluasi dilakukan melalui tes lisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi metode ODOA di SD NU Awar-awar telah dilaksanakan dengan baik danEvaluasi dilakukan melalui tes lisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi metode ODOA di SD NU Awar-awar telah dilaksanakan dengan baik dan